Kamis, 24 Mei 2012

JELAJAH LOMBOK TENGAH

DESA SADE, PANTAI KUTA/MANDALIKA, PANTAI SEGER, DAN PANTAI TANJUNG AAN


Desa Sade, Desa Adat Suku Sasak Lombok
Lombok, Pulau kecil nan cantik di sebelah timur Pulau Bali. Membicarakan pulau Lombok seakan tidak ada habisnya. Dan di kunjungan saya yang ketiga kalinya di Lombok ini, saya ingin mencoba eksplore kawasan Lombok Pulau Tengah yang terkenal dengan pantai-pantainya yang eksotik dan desa adatnya yang sayang untuk dilewatkan. Setelah sebelummya asaya menghabiskan dua hari di Mataram dan sekitarnya termasuk ke tiga gili, yang sudah saya posting di http://www.aufasidix.blogspot.com/2012/05/jelajah-lombok-barat-dan-mataram-02-04.html, hari berikutnya pada tanggal 05 November 2011 saya pun memutuskan untuk eksplore kawasan Lombok Tengah.

O iya, Bandara Internasional Lombok yang baru sekarang letaknya di Lombok Tengah jadi kalau mau eksplore kawasan Lombok tengah justru sangat dekat. Saya sendiri melakukan perjalanan ke kawasan Lombok Tengah setelah pulang dari eksplore 3 Gili di Lombok Barat. Catatan perjalanan saya selama di 3 Gili ( Trawangan, Menos, dan Air) bisa dilihat disini


Gadis desa Sade sedang menenun
Menyusuri Lombok Tengah dimulai dari Desa adat suku sasak di Desa Sade yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan  darat saja dari kota Mataram atau cukup 15 menit saja dari Bandara Internasional Lombok. Cukup Dekat memang. Dibandingkan dengan desa2 adat lain di seluruh Indonesia, Desa Sade ini sudah tergolong lebih modern meskipun tetap menjaga nilai-nilai tradisionalnya. Kenapa saya katakan agak modern, karena letaknya yang tepat di pinggir jalan raya pantai kuta yang ramai, membuat desa adat ini jauh dari kesan terisolasi dan ketinggalan seperti halnya desa-desa adat yang lain yang biasanya letaknya jauh di pelosok pedalaman. O iya, untuk masuk desa Sade ini gratis kok. Gak usah khawatir..:p. Tidak ada yang aneh ketika saya mencoba memasuki desa sade pertama kali.Banyak kain-kain tenun tradisonal yang dibuat oleh wanita desa setempat. Agak dikejutkan dengan gadis muda yang baru berumur belasan tahun sudah pandai menenun kain yang ternyata keahlian menenun kain tersebut sebagai tanda bahwa gadis terebut sudah dewasa dan sudah siap untuk menikah.wah….!! ehm, jika kita melihat arsitektur bandara internasional lombok yang baru, ternyata arsitekturnya meniru bentuk rumah adat khas suku sasak di desa sade ini. bentuk rumah adat ini juga dipakai untuk bangunan-bangunan pemerintahan di kota Mataram. Cakep lah..^_^


Dari Desa Sade lanjut ke Pantai Kuta yang berjarak sekitar 15 menit saja berkendara dari Desa Sade ke arah selatan, TInggal susurin saja jalan raya pantai kuta sampai ujung. Pantai kuta atau yang sekarang sudah ebrubah nama menjadi pantai mandalika ( entahlah kenapa diganti namanya menjadi pantai mandalika, mungkin supaya tidak sama dan terkecoh dengan pantai kuta yang di bali) sangat terkenal dengan pasirnya yang segede merica (foto ada, silahkan dicek sendiri…:p. hehe). Benar-benar pantai yang khas.


Pantai Mandalika/Kuta Lombok
Pantai Tanjung Aan
Kawasan pantai mandalika merupakan kawasan wisata yang ramai dengan turis-turis mancanegara. Ternyata kawasan ini juga sudah cukup terkenal oleh turis luar negeri, meskipun masih sedikit kalah pamor dengan kawasan wisata 3 gili Lombok.hehe.....! Apalagi dengan adanya Bandara Internasional Lombok yang baru yang letaknya dekat dengan pantai mandalika sehingga akses ke tempat ini pun sangatlah mudah.
Pasir Pantai Mandalika


Penjual Cindera Mata Pantai Seger
Agak menjauh sedikit dari kawasan pantai mandalika yang agak ramai ke arah timur sekitar 15 menit berkendara, saya menemukan pantaiyang tak kalah cantik yakni pantai seger dan yang jelas lebih sepi dari pantai mandalika yang sudah ramai.hehe…! Begitu kita turun dari kendaraan, biasanya banyak bocah-bocah yang menawarkan kelapa muda kepada kita dengan sedikit memaksa. Saran saya, kita harus tegas disini. Kalau mau kelapa muda, bilang mau, kalau gak, bilang gak, jangan bilang nanti, karena bakal dikejar-kejar terus. Gak mahal-mahal amat kok untuk seporsi Kelapa Muda seharga Rp 5.000,00 saja. ^_^. Lumayan sebagai pelepas dahaga di pantai yang panas dan agak gersang ini. Pantai ini tidak begitu berbeda jauh dengan pantai mandalika, hanya saja pantai ini lebih sepi dengan warna laut biru tosca yang sangat menarik.ehm...


Tari Tradisional Lombok di Tanjung Aan
Puas dengan keelokan Pantai Seger,lanjut lagi ke arah timur sekitiar 15 menit naik berkendara dan Pantai Tanjung Aan yang sangat indah segera memanjakan mata saya. Wow!! Ini benar2 pantai terindah yang pernah saya temui. Gradasi warna pasir, laut, dan tebing-tebing disekitarnya sangat indah. Beruntung waktu itu sedang ada pertunjukkan tari tradisional dari pemkab Lombok tengah yang digunakan sebagai iklan “visit Lombok Sumbawa 2012”. Keren lah!! Ehm, yang agak mengganggu saya di Pantai Tanjung Aan, ialah banyaknya anak kecil yang meminta-minta sumbangan lewat kotak sumbangan ketika saya mencoba untuk naik ke sebuah bukit di Pantai Tanjung Aan yang waktu itu dipakai untuk pertunjukkan/syuting tari tradisional lombok dengan dalih sebagai tiket masuk untuk menonton pertunjukkan itu.ya sudahlah, yang jelas pantai Tanjung Aan ini memang tiada duanya. Keren Banget!!Hehe

Masih terlalu banyak daerah eksotik di Lombok yang saya lewatkan karena keterbatasan waktu. Suatu saat jika diberi kesempatan lagi, saya harus eksplore lebih jauh lagi ke kawasan Lombok timur yang katanya lebih indah lagi. Ya, Pulau Lombok dengan segala keindahannya seakan-akan menjadi magnet yang akan selalu menarik siapapun yang pernah datang ke Lombok untuk kembali dan terus kembali lagi. ^_^

Foto-Foto lainnya dapat dilihat disini : Foto-Foto Jelajah Lombok Tengah

Selasa, 15 Mei 2012

JELAJAH LOMBOK BARAT DAN MATARAM

Kawasan Lombok Barat merupakan kawasan wisata dengan pantai sengiginya yang paling terkenal. Perjalanan ke Lombok sendirian saya lakukan via Bali  pada tanggal 02 November 2011 setelah sebelumnya selama 2 hari di Ubud Bali yang sudah saya share di cerita sebelumnya di http://www.aufasidix.blogspot.com/2012/05/ubud-bali-01-02-november-2011.html

Perjalanan ke Lombok melalui Pelabuhan Padang Bai di Bali menuju pelabuhan Lembar di Pulau Lombok selama kurang lebih 4-5 Jam. Perjalanan yang lumayan lama tentunya. Sepanjang perjalanan saya lebih banyak tidur di kapal sambil sesekali berinteraksi dengan sesama penumpang kapal.

Pemandangan dari Bukit Malimbu
Begitu sampai di Pelabuhan Lembar di  Lombok, Langsung lanjut ke Pantai Sengigi untuk hunting sun set. Perjalanan ke Sengigi ditempuh selama kurang lebih 1 jam dahulu ke kota Mataram, dilanjut perjalanan Mataram-Sengigi sekitar 1 jam. Ehm, jujur, Pantai Sengigi sendiri menurut saya kurang menarik. Pasirnya coklat dan sangat ramai. Banyak cottage, Bar, restoran, dengan segala nightlife-nya. Banyak bule seliweran  di jalan-jalan di sepanjang pantai senggigi. Dalam keadaan masih menenteng tas keril menyusuri jalan raya pantai sengigi, menyebabkan sepanjang perjalanan banyak orang lokal yang menawari saya penginapan. he....

Jujur, sebetulnya saya agak bingung juga dengan tranportasi umum yang ada di Pulau Lombok karena angkutan umum di Lombok tidak ada jurusannya sama sekali.capek deh! >_< Beruntung, setelah bertanya-tanya sama penjual warteg di pinggir jalan, dikasih tahu ada angkot menuju ke pura batubolong, pura hindu cantik di pinggir laut yang jaraknya ternyata cuma sekitar 3 km saja dari kawasan Pantai Senggigi. Dan ternyata Pura Batu Bolong ini sudah saya lewati sebelumnya ketika  menuju Pantai Sengigi. LEtaknya persis di tepat sebelum masuk jalan raya pantai Senggigi, di bibir pantai.

Pura Batu Bolong
Untuk masuk kawasan pura batu bolong ini, tidak dipungut biaya sama sekali, tapi dianjurkan untuk memberi donasi sukarela di pintu masuknya. Dari catatan buku tamu, yang berkunjung ke Pura ini, seperti biasa masih didominasi oleh turis luar negeri. Gak nyesel deh masuk pura ini! Pemandangannya bagus banget dengan pemandangan laut lepas dan pantai sengigi di sampingnya. 

Waktu telah menunjukkan pukul 17.00 dan sebentar lagi matahari akan terbenam. Saya pun tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa untuk segera bergegas ke kawasan bukit malimbu di sebelah utara pantai senggigi untuk mengabadikan sunset di kawasan bukit malimbu ini yang menurut yang saya dengar sangat cantik sekali;

Puas sudah ubek-ubek kawasan bukit malimbu dan hari sudah malam ketika saya memutuskan untuk kembali ke kota Mataram yang jaraknya sekitar setengah jam berkendara dari Bukit  Malimbu.


Sisi lain Pura Batu Bolong
Kota Mataram sendiri menyajikan banyak tempat-tempat yang sangat menarik untuk dijelajahi seperti kawasan kota tuanya di daerah Ampenan, kawasan pecinan,, serta pusat kuliner di sepanjang jalan udayana Menjelajahi kawasan kota tua mataram di Kawasan Ampenan. Namun sayang selama di Mataram saya belum sempat mencoba angkutan khas cidomo (semacam kereta kuda yang ditarik kuda khas Sumbawa). 


Pusat Kuliner Udayana
Sate Bulayat
Nasi Buyung Balap Rinjani
Kota Mataram juga kaya akan wisata kuliner seperti plecing kangkung, ayam goreng taliwang, nasi puyung serta sate bulayat di sepanjang jalan udayana. Lengkap! hehe. Untuk Nasi Puyung, saya mencoba nasi balap puyung rinjani yang terletak di tengah kota. Sate bulayat bisa ditemukan dengan mudah di sepanjang pusat kuliner jalan Udayana.

Masih banyak tempat menarik di lombok yang sayang untuk dilewatkan seperti berbagai amcam pura yang letaknya pun masih di sekitaran kota Mataram. Keesokan harinya saya mencoba untuk menjelajahi Pura Lingsar dan Pura Narmada, pura hindu terbesar di Lombok. Kedua Pura ini masih masuk kabupaten Lombok Barat, tidak jauh dari kota Mataram. 


Taman Narmada
Untuk menuju Pura Narmada, dari terminal bertais di kota Mataram cukup naik angkot satu kali saja dengan biaya Rp. 3.000,00 dan masuk puranya pun murah meriah cukup membayar Rp. 6.000,00. Pura Narmada memang sangat luas,. Ada pura hindu lagi di dalam komplek Pura Narmada dimana masuknya harus memakai selendang khusus. ada juga mata air yang dikeramatkan yang katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. 

Biar Bagaimanapun juga, Lombok terlalu cantik untuk dilewatkan. Masih banyak banget tempat-tempat menarik yang wajib dikunjungi. Suatu saat saya harus kesini lagi untuk explore ke tempat-tempat eksotik lain yang belum kesampaian untuk dijejajahi kemarin…^_^

Selasa, 08 Mei 2012

ME-NYEPI DI UBUD, BALI


Persawahan Khas Ubud
Cuma berbekalkan GPS, peta kecil, dan tanya-tanya orang sekitar jika nyasar :p ,menjelajahi kawasan ubud sendirian pada tanggal 1-2 November 2011 yang lalu memberikan pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya.  Menyusuri desa khas warga bali di Ubud dengan hamparan sawah yang luas, sepi, dan damai. Ya, Ubud, memang lebih dikenal oleh turis mancanegara sebagai tempat untuk sekedar “nyepi", menyendiri, lari sejenak dari hiruk pikuk kota yang ramai dan sibuk. Ubud, pusat seni di Bali dimana para seniman bali dan senimanmanca negara bertemu. 

Daerah Ubud sendiri terletak tidak jauh dari kota Denpasar. Hanya sekitar satu jam perjalanan saja ke arah utara. Setahu saya tidak ada kendaraan umum khusus yang sampai ubud. Dari kota Denpasar, jika memakai angkutan umum harus ke terminal Batu Bulan dahulu lanjut semacam bemo. Memakai Taxi pun mahal. Saya pun lebih memilih menyewa sepeda motor sendirian untuk menjelajahi kawasan ubud yang sepi. Lebih bebas dan lebih leluasa serta dapat masuk ke daerah-daerah pelosok di kawasan Ubud. 

Ekplore kawasan ubud dengan memakai sepeda motor membawa saya menyusuri daerah-daerah sepi dan tersembunyi di Ubud,  jauh dari hiruk pikuk turis dan hingar bingar bar seperti layaknya kawasan bali lain seperti di Kuta atau Jimbaran. Melewati kawasan persawahan desa khas ubud yang tenang, sembari mengamai para petani yang sedang memanen padi. 


Well, jujur ini pertama kalinya saya ke ubud dan bayangan saya sebelumnya tentang ubud adalah sebuah desa yang benar-benar sepi dan tidak ada sesuatu yang menarik seperti layaknya sebuah desa pada umumnya. Tapi ternyata saya salah! Selain menyajikan pemandangan hamparan persawahan yang menarik, kawasan ubud juga menyimpan berbagai macam galeri seni dan museum yang sangat menarik. Juga banyak situs-situs persejarah yang menarik untuk didatangi seperti pura dan goa-goa.

Tempat persinggahan pertama saya di Ubud adalah ke kawasan Goa Gajah. Dan seperti yang sudah-sudah, lebih banyak bule / turis mancanegara daripada turis lokalnya sendiri >_<. Ternyata komplek Goa Gajah ini sangat luas dimana terdapat juga bekas pemandian putri-putri raja yang sangat ekstotik. Ehm, mengelilingi kawasan Goa Gajah sebetulnya tidak masalah, tapi kok rasanya saya sayang ya jika kita mengelilingi suatu objek wisata tanpa tahu apa makna dan arti di balik tempat yang kita datangi tersebut. Di Samping kanan kiri saya banyak sekali rombongan bule atau turis-turis dengan Guide mereka. Saya dekati lah salah satu rombongan itu. Lumayan, dapat guide gratis.hehe! Di dalam Goa Gajahnya  sendiri terdapat semacam ruang untuk berdoa bagi penganut agama hindu lengkap dengan sesajinya. Ada kejadian "lucu" ketika saya masuk ke salah satu pura di dalam kawasan Goa Gajah, ada seorang pemuka agama yang menyuruh saya berdoa dan kemudian saya didoakan macam-macam. hehe!


Terdapat banyak sekali museum juga di Ubud terutama di kawasan Central Ubud seperti Museum Agung Rai (ARMA), Museum Puri Lukisan, Museum Blanco Renaissance, dan berbagai macam gallery seni. Kebanyakan museum-museum disini berupa  museum lukisan yang dimiliki para seniman bali bahkan  ada beberapa diantaranya yang dimiliki seniman dunia.  Ehm, namun sayang tarif masuk ke museum-museum tersebut agak kurang "bersahabat" dengan saya yang cuma turis lokal kere. hehe...:).

Hari telah beranjak sore ketika saya melewati Ubud Palace di Central Ubud. Banyak turis yang lalu lalang atau sekedar duduk-duduk di ubud palace. Kawasan Central Ubud sendiri sebetulnya bisa dieksplore dengan jalan kaki sih mengingat pusat ubudnya sendiri tidak begitu luas, namun untuk eksplore agak ke luar Central Ubud ke kawasan-kawasan yang lebih sepi dan lebih kental nuansa balinya, ya memang harus pake kendaraan sendiri lah!



Berbicara tentang landscape Ubud, terdapat persawahan yang khas dengan sistem pengairannya yang khas yang disebut subak. Sistem Subak ini membagi pengairan sawah di bali menjadi sama rata dan adil.  Namun sayang ketika saya kesana, ternyata baru saja musim panen padi, sehingga bukan hamparan padi yang menghijau yang terdapat di hadapan saya, melainkan bekas padi yang sudah dipanen dan hanya meninggalkan sedikit ilalang untuk dibakar kemudian ditanami padi kembali di musim tanam berikutnya. Yach, mungkin saya memang belum beruntung saja, namun pemandangan persawahan ubud tetap cantik kok buat foto-foto. Ehm, Pantesan banyak orang datang ke ubud untuk meditasi, "nyepi",  maupun hanya sekedar ingin menghabiskan waktu di daerah yang tenang dan sepi seperti ubud.

Perjalanan saya yang sangat singkat ke kawasan ubud yang lebih karena rasa ingin tahu saya saja mengenai daerah ubud dan mencoba sisi lain dari Bali yang tidak hanya pantai dan pantai, memang sangat singkat. Hari sudah mulai malam dan hujan sudah mulai turun ketika saya sedang asyik-asyiknya mengamati orang-orang di Pasar Ubud sehingga menngurungkan niat saya sebelumnya untuk eksplore ke  kawasan Monkey Forest di Ubud. Yup, mungkin bila suatu saat saya diberi kesempatan ke Bali lagi dan saya sedang ingin ke daerah yang damai dan tenang, jauh dari keramaian kota, saya akan ke ubud lagi.

Jumat, 04 Mei 2012

JELAJAH BANTEN LAMA


Masjid Agung Banten Lama
Solo Trip kali ini menjelajahi kawasan kota tua Banten Lama di pesisir Utara kota Serang yang merupakan peninggalan kerajaan  Islam Banten selama dua hari pada tanggal 16-17 Oktober 2010 yang lalu. Kawasan arkeologi Banten Lama ini letaknya tidak jauh dari kota Serang, ibukota Provinsi Banten, hanya sekitar setengah jam perjalanan saja. Suasana yang panas dan terik langsung menyambut saya begitu sampai Banten Lama. Banyak Situs-situs peninggalan sejarah yang menarik di bekas kawasan kerajaan Banten ini, diantaranya Masjid Raya Banten, peninggalan Sultan Ageng Tirtayasa yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.  Untuk masuk kawasan Masjid Agung ini tidak dikenakan biaya sama sekali, hanya biaya parkir kendaraan saja kok..:). Tampak menara masjid Agung berdiri kokoh di depan masjid. Sempat penasaran pingin mencoba naik ke atas menara, namun sayang tidak diperbolehkan. Apalagi suasana saat itu memang sangat ramai. Ehm, yang agak disayangkan dari masjid ini adalah banyaknya sumbangan-sumbangan yang tidak resmi begitu kita masuk masjid yang agak sedikit mengganggu setiap orang yang akan datang. 

Bangunan masjidnya sendiri tidak begitu luas menurut saya, namun suasana yang mistis langung kerasa begitu saya menjumpai banyak sekali peziarah yang datang ke masjid ini unutk berziarah ke makam sultan Ageng Tirtayasa yang kebetulan dimakamkan di komplek masjid ini. apalagi waktu saya kesana pas hari libur ditambah pula Masjid ini dikelilingi pasar lokal, jadi sangat ramai. 

Kawasan Situs Istana Kaibon, Banten Lama
Di sekitar komplek masjid Agung ini pun banyak banget tempat-tempat menarik lainnya seperti Benteng peninggalan Belanda yang terletak di depan persis masjid ini, dan juga museum kepurbakalaan Banten Lama yang terletak di samping Benteng. Iseng masuk ke museum yang tarifnya tidak seberapa..:p, isinya ternyata peninggalan kerajaan Banten. ya, not too bad lah. Namanya juga museum.hehe......! Puas foto-foto di kawasan masjid agung dan museum, lanjut ke pelabuhan karangatu, pelabuhan Banten Lama, tempat Belanda pertama kali menginjakkan kakinya di tanah jawa (kok malah jadi kayka pelajaran sejarah gini?hehe..:p). Pelabuhan Karangatu ini sendiri letaknya tidak jauh dari Masjid Agung Banten, hanya sekitar 10 menit berkendara dan sampai saat ini pelabuhan ini masih digunakan oleh warga setempat. Ehm, tidak begitu beda jauh dengan pelabuhan muara angke di Jakarta lah!

Sudah selesai sampai sini? tentu tidak? masih ada situs pemandian putri-putri raja kerajaan Banten yang letaknya masih di sekitaran Kawasan Banten Lama. Sayangnya lokasi bekas putri-putri raja kerajaan Banten ini sudah jurang begitu terawat dengna banyaknya lumut yang tumbuh di bibir kolaml Fiuh..>_<. Masih di sekitaran Banten Lama, kali ini lanjut ke kawasan Vihara Avalokitesvara, tempat para Umat Bbudha bersembahyang. Sayangnya waktu saya kesana, Vihara ini masih dalam proses renovasi, tapi beruntung masih bisa masuk kok, gratis pula! hehe...^_^

Vihara Avalokiteswara
Ada juga bekas peninggalan kerajaan Islam Banten yang sayang untuk dilewatkan. Yup, Istana Kaibon. Istana bekas kerajaan Banten. Sayang Istana ini tinggal Gapuranya saja, Namun masih cukup cakep kok buat foto-foto.hehe...:). Untuk masuk kawasan istana kaibon ini tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis..tis....! 

Bicara tentang kota Serang, Banten, tidak lepas dari wisata kulinernya yang maknyus dong! Ada Nasi Guriih yang dibungkus dengan daun pisang. Semacam nasi bakar dengan bumbu-bumbu yang sudah dicampur di dalamnya. Ada juga Es Kuwut, semacam es buah yang terbuat dari irisan buah melon dengan jeruk nipis. Ehm, agak aneh juga sih ada es buah pakai jeruk nipis, tapi lumayan enak kok. Apalagi diminum pas hari lagi panas-panasnya.Ada juga yang namanya "Rabeg", semacam nasi rawon dengan irisan daging kambing dan jeroan. Enak lah! hehe.....^_^
Nasi Gurih
Es Kuwut
Kota Serang, selama ini memang kurang terkenal dengan objek wisatanya, tappi jika kita mampir ke kota Serang yang jaraknya cuma sejengkal saja dari kota Jakarta, mampirlah ke kawasan Situs Kerajaan ISlam Banten di kawasan Banten Lama, Serang Utara. Gak bakal nyesel. ITung-Itung sambil wisata sejarah! :). Kawasan Banten Lama yang tidak begitu luas pun cukup dieksplore dan dijelajahi dalam waktu satu hari saja kok. Apalagi akses ke Banten Lama ini juga cukup mudah dan banyak angkot menuju kesana. 

Hanya saja, begitu sampai kawasan Banten Lama, memang agak susah untuk menjelajahi dan ekspore kawasan  Situs Banten Lama ini hanya dengan mengandalkan Angkutan Umum saja, lebih enak dan leluasa membawa kendaraan sendiri saja. Lebih Puas dan dapat menjangkau ke semua tempat dan situs bersejarah Banten Lama ini. O iya, dan satu lagi, angkutan umum di kota Serang agak sedikit membingungkan bagi saya, dengan warna yang sama dan tidak tertulis jurusan mana di setiap angkot, membuat setiap yang akan naik angkutan umum ini harus menanyakan dahulu ke sopir angkot ke arah mana angkutan tersebut akan membawa kita. haha...^_^

Foto-Foto Lainnya dapat dilihat disini : Foto-Foto Jelajah Banten Lama

JELAJAH BANDUNG, PARIS VAN JAVA


Gedung Sate
Single backpacking kali ini menjelajahi tanah parahyangan dengan menelusuri kota Bandung yang cantik dan eksotik pada tanggal 23-27 November 2009 yang lalu. kota Bandung "Paris Van Java", memang terlalu indah untuk dilewatkan, menawarkan wisata yang sangat lengkap mulai dari wisata pegunungan di Kawasan Tangkuban Parahu di Bandung Utara, Wisata kuliner di kawasan Dago, Napak tilas Bandung Tempo Doeloe di kawasan Jalan Braga dan Jalan Asia Afrika, Wisata Belanja di kawasan jalan Riau dan sekitarnya (Well, jujur saya bukan tipikal orang yang suka belanja, jadi saya skip untuk wisata belanja.hehe...:p), sampai ke kawasan ciwidey yang adem  ayem di Bandung Selatan. Perjalanan dari Jakarta-Bandung sangat singkat cukup ditempuh selama kurang lebih 3 jam melalui jalan darat. 

Begitu sampai Bandung, keliling kota bandung dulu lah saya.Mampir ke Gedung Sate, icon kota Bandung, di daerah Gasebo. Sayang tidak bisa masuk ke Gedung Satenya. Ijin ke Satpam setempat, boleh masuk sedikit ke halaman depannya buat foto-foto. Lumayanlah! hehe.......! Jadi hari pertama saya puas-puasin dululah keliling kota Bandungnya. Foto-foto di Jembatan Pasteur, mampir ke Jalan Riau (cuma lihat-lihat saja sih..:p), juga ke Ciwalk, dan banyak lagi. O iya, jika kita mengebut kata "Paris Van Java" di Bandung ternyata itu adalah sebuah Mall di Bandung lho! Katrok banget :)

Icon kota Bandung
Malam hari di Bandung mencoba jalan-jalan ke kawasan jalan Asia Afrika. bernostalgia dengan Bandung Tempo Doeloe .  Mampir ke museum Asia Afrika, dan yang tidak kalah penting ke kawasan jalan Braga. Ehm, sebetulnya siang hari saya sudah melewati jalan Braga ini dan nothing special with this road,  namun ketika saya mencoba ke kawasan braga ini lagi di malam hari, ternyata pemandangan yang saya lihat sangatlah "berbeda", Yup! Kawasan Braga yang sepi di siang hari ternyata sangat ramai di malam hari lengkap dengan Bar, Diskotek, dan nightlifenya. Banyak bule  berlalu lalang dengan musik ajeb-ajebnya di kanan kiri jalan. Wuih...^_^

Keesokan harinya mencoba ke kawasan Bandung Utara. Jalan ke Bandung Utara ini sangat gampang kok, tinggal menyusuri Jalan Setiabudi lurus terus ke arah utara. Pemandangan kebun teh di kanan kiri jalan dan sesekali diselingin dengan pemandangan hutan pinus memandakan kita sudah hampir sampai ke kawasan Gunung Tangkuban Perahu di Bandung Utara. kita juga bisa mencicipi jagung bakar yang banyak dijajakan di pinggir jalan sambil lesehan. Nikmat...^_^ . O iya, di Bandung Utara ini ada observatory Boscha juga, namun sayang ternyata untuk bisa masuk ke dalam Boscha harus bersama rombongan dan bawa semacam surat pengantar untuk melakukan suatu penelitian/studi banding gitu! hik! Alasannya sih karena Boscha itu bukan merupakan tempat wisata melainkan tempat penelitian. Ok deh, minimal masih bisa foto-foto di depannya.hehe.....:)

Kawah Putih
Hari berikutnya mencoba ke kawasan Bandung Selatan yang lumayan jauh nih dari Bandung Kota. Ke kawasan Ciwidey yang adem. di kawasan wisata Ciwidey ini banyak banget tempat-tempat menarik yang sangat banget jika tidak disinggahi seperti kawah putih, Perkebunan teh di ciiwidey yang masih berkabut, Situ patenggang dengan batu cintanya yang terletak di tengah danau (dinamakan batu cinta karena alkisah pasangan yang mejalin kasih disini dan mengukir janji disini akan langgeng. halah..:p), serta kawasan konservasi rusa.

Ehm, kawasan kawah putih memang cantik banget. Sayang tidak boleh lama-lama disini karena bau asap belerang yang sangat menyengat keluar dari kawah. Kawah putih dengan warnanya yang hijau pekat memang sangat cantik. untuk diabadikan dalam sebuah foto. Puas ubek-ubek kawasan kawah putih, lanjut lagi ke Situ Patenggang yang letaknya tidak jauh berkendara dari situ. Sepanjang perjalanan dari Kawah Putih ke Situ Patenggang, kita bakal melewati kawasan perlebunan teh yang sangat luas. Keren lah..^_^

FotoFoto Lainnya bisa dilihat disini : Foto-Foto Jelajah Bandung





Ada kesalahan di dalam gadget ini