Kamis, 06 Februari 2014

EXPLORE BUMI "RAFLESIA", BENGKULU

Pantai Tapak Paderi, Bengkulu
Bengkulu, sedikit sekali terdengar dari hingar bingar dunia pariwisata Indonesia. Pariwisata Bengkulu memang tidak seterkenal Provinsi tetangganya, Sumatera Barat, apalagi jika dibandingkan dengan Bali atau Lombok sebagai magnet pariwisata di Indonesia. Tadinya saya sendiri sempat ragu, apakah niat saya ke Bengkulu ini bakal tetap saya lanjutkan atau tidak. Apalagi saya hanya punya waktu dua hari saja pada waktu weekend di Bengkulu yang berarti waktu saya untuk mengeksplore dan menjelajahi Bengkulu sangatlah singkat. Dan setelah saya  cari tahu informasi tempat wisata di Bumi Raflesia “Bengkulu”, ternyata lumayan banyak juga tempat menarik yang membuat saya penasaran untuk datang ke Bengkulu.

Islamic Center
Rumah Fatmawati Soekarno
Berbekal tiket gratis dari Merp*ti Nusantara Jakarta-Bengkulu PP tanggal 9 - 10 Juni 2012 karena iseng ikutan kuis yang diadakan  Merp*ti Nusantara  di twitter (Benar-benar gratis lho! :D), maka tidak saya sia-siakanlah kesempatan langka ini. Begitu mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno di kota Bengkulu, seperti biasa saya pasti mencari brosur-brosur wisata yang biasanya disediakan di bandara begitu kita sampai di bandara tujuan, namun di Bengkulu saya tidak menemukannya sama sekali. Dan jujur, ini bandara paling kecil yang pernah saya temui untuk kategori bandara di Ibukota Provinsi. Ya tapi gak papa,  jalan-jalan tetap lanjut dong! Hehe… ^_^


Bengkulu Tower
Rumah Soekarno
Kawasan Simpang Lima
Kota Bengkulu ternyata lumayan kecil dan sepi. Jalan-Jalan seharian saja di kota Bengkulu, saya rasa juga sudah cukup untuk mengelilingi kota Bengkulu. Berbekal info yang telah saya dapatkan sebelumnya, saya langsung melanjutkan perjalanan explore Bengkulu ke kawasan simpang lima, di pusat kota Bengkulu. Dari simpang lima ini banyak tempat menarik ynag bisa dijangkau dengan jalan kaki saja. Mampir ke bekas rumah ibu Fatmawati, dan bekas rumah Bung Karno yang masih di kawasan simpang lima juga. Juga ke Masjid Agung atau Islamic Center yang lumayan besar juga ternyata. Tadinya sempat ragu mengenai keberadaan rumah ibu Fatmawati Soekarno, karena rumah ini tergolong kecil dan tidak begitu mencolok dibanding rumah-rumah disebelahnya karena memang seperti rumah biasa pada umumnya, namun di depan  rumah ibu Fatmawati Soekarno ini ternyata terdapat papan nama bahwa ini rumah Fatmawati Soekarno. Meskipun rumahnya tergolong kecil, namun interior di dalamnya masih sangat terjaga dan terawat dengan baik  persis seperti dahulu ketika Ibu Fatmawati tinggal di rumah ini. Beberapa perabotan seperti tempat tidur dengan kelambu masih dipertahankan.

Benteng Marlborough

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, saya mencoba explore kawasan Pantai Panjang yang ramai oleh warga di Hari Minggu. Banyak orang joging atau sekedar duduk-duduk di pinggir pantai. Kenapa pantai ini dinamakan Pantai Panjang, setelah ngobrol-ngobrol sama orang sekitar karena ternyata pantai ini memang sangat panjang membentang sepanjang kurang lebih 7 km di sisi barat kota Bengkulu. Dan karena saya bermotor ria..:D, ternyata ada bagian tertentu pantai panjang yang lumayan sepi dari orang-orang. Meski pantainya sendiri menurut saya tidak beda jauh dengan pantai-pantai lainnya pada umumnya, namun suasana yang hening dan damai membuat pantai ini memliki nilai tambah. Padahal wa ktu itu saya kesana hari minggu.

Rumah Panggung khas Bengkulu
Pantai Panjang
Balai Adat Bengkulu
Tidak jauh dari Pantai Panjang pun, terdapat Benteng Marlborough, Benteng yang konon katanya terbesar di Indonesia. Tidak jauh dari benteng juga terdapat kawasan pecinan, dan pantai wisata Tapak Paderi.  Bengkulu tower yang baru jadi pun tidak jauh dari lokasi ini dan kesemuanya berdekatan. Pantai Tapak Paderi lebih ramai dibandingkan dengan Pantai Panjang, entah mengapa. Apakah karena terdapat lebih banyak warung yang menawarkan jajanan di sekitaran pinggir pantai. Saya kesana masih lumayan pagi waktu itu, namun kata orang sekitar situ, kawasan Pantai Tapak Paderi ini akan lebih ramai pada waktu malam minggu. Ehm, jadi penasaran.

Air Terjun Curup
Hari masih pagi dan sepertinya setiap sudut kota Bengkulu sudah saya jelajahi..:), saya langsung cabut ke kota tetangga yakni ke Kebupaten Kepahliang dan Kabupaten Rejang Lebong, Tujuan utama saya adalah ke kawasan wisata kota Curup yang terkenal dengan mata air panasnya dan air terjunnya. Perjalanan selama 2 jam dari Kota Bengkulu memang lumayan melelahkan tapi semua itu terbayarkan. Hanya saja pastikan jika kita memakai kendaraan pribadi, bensin sudah diisi full dari sejak kita berangkat dari kota Bengkulu karena kita akan sangat kesulitan menemukan pom bensi di sepanjang perjalanan. Kawasan wisata kota Curup di lereng  pegunungan Bukit Barisan Sumatera yang berhawa sejuk memang sangat indah. Sebetulnya saya juga ingin melihat bunga raflesia yang menjadi maskot provinsi bengkulu yang katanya bisa kita temukan di pinggir – pinggir jalan sepanjang perjalanan dari kota Bengkulu ke kota Curup, namun sayang waktu itu saya tidak menemukan bunga raflesia sebiji pun. Yach mungkin karena memang bukan musimnya untuk mekar.

Bengkulu, sedikit sekali yang tahu tentang keindahan provinsi yang satu ini. Memang jika dilihat dari letak geografis, Bengkulu ini sepertinya jauh dari mana-mana. Perjalanan paling dekat sendiri katanya ke kota Jambi selama 8 jam. Namun tidak ada salahnya jika kita singgah sejenak ke kota yang tenang dan sepi ini untuk sekedar menikmati keindahan “Bumi Raflessia,” Bengkulu.
Ada kesalahan di dalam gadget ini