Tampilkan postingan dengan label kalimantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalimantan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Januari 2019

PONTIANAK, KOTA KHATULISTIWA

Tugu Khatulistiwa, kota Pontianak
Kota Pontianak, Ibukota Provinsi Kalimantan Barat ini terlatak di 0 derajat lintang sehingga tepat berada di garis khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa yang dibangun di kota Pontianak ini menandakan keberadaan kota ini yang memang tepat di garis khatulistiwa. Saya datang ke kota ini di bulan Februari bertepatan dengan acara Cap Go Meh dan masih dalam suasana imlek sehingga kota ini cukup meriah. 

Di Dalam Tugu Khatulistiwa

Nuansa Imlek di kota Pontianak
Grand Final Pemilihan Meme dan Koko Pontianak
Menikmati malam di kota Pontianak cukup seru dengan banyaknya festival dan pertunjukkan dalam rangka perayaan Cap Go Meh, 15 hari setelah tanggal tahun baru china imlek. Penduduk keturunan tionghoa di kota Pontianak memang cukup besar setelah etnis dayak, dan juga ada beberapa pendatang yang jumlahnya tidak seberapa.

Di salah satu sudut pecinan di kota Pontianak ini, bahkan waktu itu sedang diadakan acara grand final pemilihan koko dan meme kota Pontianak, semacam pemilihan abang none jakarta. Beruntungnya saya dapat ikut menyaksikan acara yang tidak saya rencanakan sebelumnya ini karena ini acara memang di panggung terbuka dan dapat disaksikan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Berburu kuliner di kota Pontianak juga tak kalah seru. Yang paling terkenal tentunya bubur pedas. Sekilas tampilan bubur ini tampak kurang meyakinkan karena berwarna hijau kecoklatan, tapi ternyata sangat enak apalagi dihidangkan pas panas-panasnya. hehe. Kuliner lain yang patut dicoba yakni kwetiau siram khas pontianak, banyak dijumpai di daerah pecinan dan kota lama Pontianak. Tampilan kwetiau daging sapi ini banyak didominasi dengan sayuran hijau. Sangat rekomended! 

Kwetiau Siram khas Pontianak

Bubur Pedas Sambas

Objek  wisata lain yang wajib dikunjungi di kota Pontianak ialah istana kadriah, letaknya tidak jauh dari tugu khatulistiwa, sehingga bisa sekalian mampir ke kompek istana ini ketika mengunjungi tugu khatulistiwa. Suasana istana sendiri ketika saya kesana cukup sepi. Saya penasran dengan interior bagian dalam istana, namun pada waktu saya kesana tidak nampak penjaga yang bertugas sehingga saya cukup menikmati dari luar istana. 

Istana Kadriah, Pontianak

Saya memang hanya semalam saja di kota Pontianak ini, karena tujuan saya memang hanya transit  saja untuk melanjutkan ke kota Singkawang keesokan harinya dengan perjalanan darat sekitar 3-4 jam dari kota Pontianak ini. 

Cerita saya saya selanjutnya di kota Singkawang dapat dilihat disini --> eksplore singkawang 


SINGKAWANG, KOTA SERIBU KELENTENG


Singkawang City

Singkawang, kota di provinsi kalimantan barat ini merupakan salah satu kota pecinan terbesar di Indonesia karena mayoritas penduduknya adalah orang Hakka (dengan persentase sekitar 42%). Tidak heran nuansa imlek begitu terasa di kota yang mayoritas penduduknya orang tionghoa ini. Bahkan perayaan Cap Go Meh yang biasa diadakan 2 minggu setelah perayaan imlek di kota ini dianggap sebagai perayaan Cap Go Meh terbesar di Indonesia.

Saya memang sengaja khusus datang ke kota Singkawang pas acara Cap Go Meh karena penasaran seperti apasih nuansa perayaan Cap Go Meh di Singkawang ini. Tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke kota Singkawang. Saya harus terbang ke kota Pontianak dahulu dan melanjutkan perjalanan darat ke kota Singkawang dari kota Pontianak selama 3-4 jam.

Cerita saya sebelumnya pada waktu eksplore kota Pontianak dapat dilihat disini --> jelajah pontianak

Begitu memasuki kota Singkawang, nuansa imlek begitu kental terasa dengan banyaknya pernak - pernik lampion di pinggir-pinggir jalan. Semua kelenteng disini disulap dan dipercantik. Serasa bukan di Indonesia. hehe



Tugu Masuk kota Singkawang

Kemeriahan Cap Go Meh kota Singkawang

Kemeriahan Cap Go Meh kota Singkawang
Tidak heran, kota Singkawang sering disebut sebagai kota seribu kelenteng / vihara karena banyaknya kelenteng dan vihara di setiap sudut  kota. Begitu mudah menemukan kelenteng di kota ini karena memang mayoritas penduduknya masyarakat keturunan tionghoa dan beragama kong hu chu. Apalagi saya kesana masih dalam suasana imlek sehingga banyak kelenteng / vihara yang dipermak dan dipercantik.



Vihara Tridharma Bumi Raya
Vihara Tridharma Bumi Raya
Setiap sudut kota merupakan pecinan

Vihara Kwan Im Kiung kota Singkawang

Vihara Kwan Im Kiung kota Singkawang

Wisata ke kota Singkawang memang otomatis wisata pecinan dan budaya masyarakat tionghoa dengan segala  aktivitasnya. Datang ke kota Singkawang pas acara Cap Go Meh memang sangat tepat karena banyak atraksi dan pertunjukkan budaya tionghoa yang ditampilkan. Tatung-tatung yang didatangkan dari seluruh kabupaten di Kalimantan Barat terkonsentrasi di kota Singkawang semua pada perayaan Cap Go Meh di sini.

Selain wisata kelenteng dan vihara, banyak juga terdapat beberapa bangunan bersejarah etnis tionghoa yang masih dijaga dengan baik dan menjadi bangunan cagar budaya. Sebut saja salah satunya rumah marga chia - salah satu bangunan etnik dan unik yang menceritakan sejarah awal mulanya masyarakat tionghoa hakka datang ke kota Singkawang beberapa abad silam dan akhirnya justru menetap dan membangun peradaban di kota ini.


Herritage Building - Rumah Marga Chia

Mall Singkawang
Menjelajahi kota Singkawang memang seperti wisata ke pecinan / china town. Hampir semua kota di Indonesia pasti memiliki China Town-nya sendiri, namun di kota Singkawang ini tidak ada istilah china town sebetulnya karena hampir semua wilayah kota Singkawang merupakan pecinan/china town. Meskipun, mayoritas penduduk meruapakan etnis tionghoa, saya yang seorang muslim merasakan damainya kota ini dan toleransi umat beragama berjalan dengan sangat baik karena banyak juga pendatang dari luar kota singkawang dan etnis lain yang bermukim disini seperti dayak, melayu, dan jawa meskipun jumlahnya tidak banyak. Masjid raya kota SIngkawang yang bersebelahan dengan Vihara Tridharma Bumi Raya merupakan simbol kerukunan umat beragama di kota Singkawang ini.





Minggu, 30 September 2018

EKSPLORE PALANGKARAYA


Jembatan Kahayan, Palangkaraya
Palangkaraya, jarang sekali terdengar sebagai tujuan wisata bagi turis domestik. Sepertinya tidak ada yang bisa dilihat di kota Palangkaraya, ibukota Kalimantan Tengah.  Ketika saya memutuskan membeli tiket pesawat ke palangkaraya, waktu itu saya hanya ingin mengobati rasa penasaran saya kepada kota yang pernah diusulkan menjadi ibukota Indonesia pada waktu pemerintahan Presiden Soekarno kala itu. Begitu mendarat di Bandara Tjilik Riwut, saya langsung pesan ojek buat mengantarkan saya ke sungai kahayan yang berada di tengah kota Palangkaraya.

Sungai kahayan merupakan urat nadi perekonomian warga di kota Palangkaraya.  di sepanjang aliran sungai banyak berjejerrumah-rumah panggung yang khas. lalu lintas perahu klotok atau perahu bermesin tempel juga sangat lumrah sebagai sarana transportasi warga. Sungai kahayan ini membelah pusat kota Palangkaraya dengan Palangkaraya seberang dan dihubungankan dengan jembatan kahayan yang sangat megah.  Dari sungai kahayan inilah, saya bisa mengamati kehidupan warga lokal di sepanjang aliran sungai secara lebih dekat. 

Bersama Pak sahidi, pemili perahu di dermaga sungai kahayan
Pemukiman di aliran sungai Kahayan
Bagi pecinta wisata alam, kawasan pinggiran kota Palangkaraya menawarkan landscape hutan borneo yang sangat menawan. Ada kawasan wisata nyaru menteng dimana ada tempat konservasi orangutan dan danau tahai yang khas berwarna kehitaman karena gambut. waktu saya kesana kawasan wisata ini cukup sepi dengan pengunjung. jaraknya memang agak sedikit keluar kota Palangkaraya, sekitar 30-40 menit dari kota Palangkaraya. 

Danau Tahai yang berwarna hitam
Rumah adat kalimantan tengah

warga sedang berwisata dan mandi di sekitar nyaru menteng
Ada pula kawasan wisata sei gohong, yang merupakan titik awal untuk menuju pulau Kaja dengan menggunakan perahu atau klotok dimana pulau ini merupakan rumah bagi sedikitnya 500 orangutan yang hidup di alam bebas. Jika hendak ke pulau maja, pastikan jangan terlalu sore karena sudah tidak ada perahu yang beroperasi, pun orang utannya sudauh banyak yang kembali ke sarangnya. waktu saya kesana kebetulan sudah agak sore dan beruntung masih ada perahu warga yang beroperasi dan bisa share dengan orang lain juga yang kebetulan ada disitu.

Perahu warga untuk disewa ke Pulau Maja

Ada pula Taman Nasional Sebangau yang bisa dicapai dari dermaga kareng bangkirai, setengah jam saja dari pusat kota Palangkaraya dan tempat berbagai satwa endemik kalimantan dengan menyewa perahu menyusuri sungai yang airnya berwarna merah kehitaman karena gambut. Untuk memasuki kawasan taman nasional sebangau harus menggunakan ijin karena merupakan sebuah taman nasional. akses menuju kesini cukup gampang, saya hanya menggunakan angkutan kota trayek palangkaraya menuju dermaga kareng bangkirai, sebagia titik awal menuju taman nasional sebangau, hanya saja angkotnya memang agak jarang bisa setengah jam sampai 1 jam sekali. jaraknya sekitar 40 menit dari kota Palangkaraya
Dermaga Kareng Bangkirai

Perahu warga siap disewa untuk menuju Taman Nasional Sebangau
Bagaimana dengan wisata kuliner di kota Palangkaraya? 

Saya sempat icip-icip makanan khas palangkaraya di rumah tjilik riwut yang mengajikan aneka makanan khas kalimantan tengah. Beberapa minuman khas seperti Baram (semacam minuman keras khas suku dayak) juga dijual disini. Aneka kue-kuen khas Palangkaraya juga bisa dicicipin di pasar. di Jalan-jalan pun banyak warga menjual pentol kuah, semacam cilok jika di jawa. cukup enak buat dicoba. Hehe...

Menu Baram di rumah makan tjilik riwut
Pentol Kuah

Jajanan pasar dan kue-kuean khas Palangkaraya
Masjid Raya Nurul Islam Kota Palangkaraya
Tugu Soekarno

Saya memang hanya menghabiskan 4 hari 3 malam di kota yang sempat diusulkan menjadi Ibukota Indonesia pada waktu pemerintahan presiden Soekarno ini namun cukup banyak yang bisa saya datangi dan saya explore. Walaupun kota Palangkaraya tidak jadi dijadikan sebagai ibukota negara Indonesia, namun beberapa peninggalan presiden soekarno masih bisa ditemui disini. Tata Kota yang teratur dimana misalnya ada zona khusus pendidikan, zona khusus pemerintahan dan sebagainya. Ada pula jalan raya yang dibangun pada waktu pemerintahan soekarno yang disebut sebagai jalan terbaik di Indonesia karena dibangun dengnan memperhitungkan struktur tanah gambut yang ada di palangkaraya. Disebut pula sebagai jalan rusia karena menggunakan teknologi dari rusia kala itu.

Ayo pada datang ke Palangkaraya ^_^

Kamis, 13 September 2012

EXPLORE SAMARINDA

Perkampungan suku Dayak Pampang, Samarinda
Kota Samarinda, ibukota Provinsi  Kalimantan Timur, terkenal dengan wisata kuliner, wisata alam dan wisata budayanya. Perjalanan ke kota Samarinda sendiri saya tempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam menggunakan sepeda motor dari kota Balikpapan melewati kawasan hutan bukit soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Saya sendiri memutuskan untuk eksplore ke Samarinda di hari keempat saya eksplore pulau Borneo tepatnya apda tanggal 4-5 Desember 2011 yang lalu setelah sebelumnya saya eksplore Balikpapan dan Tenggarong terlebih dahulu. Postingan saya sebelumnya waktu eksplore Tenggarong dan Kutai Kertanegara bisa dilihat disini http://www.aufasidix.blogspot.com/2012/08/eksplore-kutai-kartanegara-dan-kota.html


Kuliner di Jinggo
Well, jika menggunakan kendaraan sendiri pastikan bensin penuh ya dari Balikpapan, soalnya di sepanjang perjalanan nyaris gak ada pom bensin sama sekali. Perjalanan selama 2,5 jam pun seolah tida terasa dengan pemandangan hutan di kanan kiri jalan yang menyejukkan mata. Hari sudah sangat sore ketika saya sampai ke kota Samarinda. Ehm, sebagai ibukota Provinsi, jujur kota Samarinda masih kalah besar dengan kota Balikpapan. Namun kota yang dibelah dengan sunga Mahakam ini justru menawarkan keunikan tersendiri.

Jembatan Mahakam Ulu
Sungai Mahakam
Malam mingguan di kota Samarinda, saya habiskan dengan "icip-icip" kuliner khas Samarinda. Di Pinggirin Sungai mahakam banyak banget pilihan santap kuliner sembari menikmati pemandangan lalu lintas kapal penangkut batubara di malam hari. Indah banget! (Lebay ding...;p). Tak lupa saya mencoba kuliner “Jinggo”, santap khas kaki lima mirip angkringan jogja. Maknyus….^_^. Oiya, yang menyedihkan di Jinggo ini juga dijual telur kura-kura. Huhu!! Sebagai orang berpendidikan yang tahu bahwa penyu itu binatang langka yang dilindungi, jika kalian mampir ke jinggo ini tolong jangan beli ya telur kura-kura itu.okeh! Nyesek rasanya!!!

Memandikan Orang Utan
Puas wisata kuliner, keesokan harinya lanjut ke area konservasi orang utan di Kebun raya umul Samarinda. Masuknya sendiri cukup murah meriah kok! Cuma bayar Rp. 7ribu saja kok. Murah lah.he…! Terletak di pinggir Jalan raya Samarinda-Bontang KM7, Kebun raya ini sangat mudah kok untuk didatangi.

Kebun Raya Umul Samarinda ini sekaligus sebagai tempat konservasi orang utan di Samarinda. Sempat berbincang-bincang sedikit dengan penjaga kebun raya, pernah ada seekor anak orang utan liar yang "nyasar" ke area kebun raya ini dalam keadaan lapar dan lemas. Badannya kurus sekali. Selidik punya selidik, ternyata orang utan tersebut terkena diabetes. Makanya kurus sekali. Orangtuanya pun entah kemana. Walhasil orang utan tersebut dirawat oleh pihak kebun raya. Seru! 

Waktu saya ke kebun raya ini pun, kondisinya sedang tidak terlalu rame. Kebetulan waktu itu saya pas bebarengan dengan acara memberi makan orang utan. Malah ada acara memandikan orang utan segala. Seru!! Boleh ijin untuk bercerengkama dan menggendong orang utan juga kok! ^_^

Dari Kebun Raya Umul Samarinda ini, saya melanjutkan perjalanan lagi ke arah utara tepatnya di Jalan raya Samarinda-Bontang KM 20, di desa adat suku dayak di Pampang. Desa adat suku dayak satu-satunya yang ada di kota Samarinda. Dari jalan raya, masih masuk sekitar 3-4 km. Petunjuk arah ke Desa adat ini cukup jelas kok, meskipun saya sendiri sempat bertanya sampai beberapa kali ke penduduk setempat mengenai lokasi desa ini.haha...
Desa adat suku Dayak, Pampang
Desa Pampang ini sendiri sebetulnya tidak begitu berbeda dengan desa adat lainnya. Hanya saja di desa Adat Pampang ini, uniknya, setiap hari Minggu tepat pada pukul 14.00 WITA, ada pertunjukkan tari-tarian tradisonal khas suku dayak yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Seru lah. Nah, bagi kalian yang berniat mengabadikan tari-tarian ini palagi berpose dengan penduduk asli lengkap dengan pakaian adata suku dayaknya, anda harus siap merogoh kocek, karena mereka akan meminta bayaran di setiap jepretan yang kita buat. Ehm, entahlah kapan kebiasaan ini bermula. Anda mau foto bersama, mereka dapat uang, entahlah tapi saya pikir fair enough lah...>_<
Gereja Desa adat Pampang
Kota Samarinda memang cantik. Dibelah oleh Sungai Mahakam yang memisahkan Samarinda Ulu dan Samarinda Seberang. Nah, tentunya banyak jembatan cantik dong yang menghubungkan kedua kawasan di Samarinda. Di Sisi Selatan kota ada jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) dan ditengah kota Samarinda ada jembatan Mahakam Kota 1 (Mahkota 1). Cocok buat foto2.hehe….sebetulnya ada lagi Jembatan Mahakam Kota 2 (Mahkota 2) namun masih belum jadi padahal rencananya jembatan mahkota 2 ini konstruksinya dibikin mirip jembatan suramadu dan lebih panjang dari jembatan Kutai Kartanegara yang roboh itu.wow…..^_^

Kamis, 09 Agustus 2012

EKSPLORE KUTAI KERTANEGARA DAN KOTA TENGGARONG


Masuk Kota Tenggarong
Kabupaten Kutai Kartanegara yang beribukota di  Kota Tenggarong terletak sekitar 2,5 jam perjalanan darat saja dari kota Balikpapan. Untuk menuju kota Tenggarong dari Balikpapan bisa menggunakan bus umum dari Terminal Batuampar,Balikpapan.menuju Samarinda untuk kemudian berganti dengan angkutan umum yang lebih kecil ke arah kota Tenggarong. Namun saya sendiri lebih memilih menyewa sepeda motor dari kota Balikpapan agar lebih leluasa untuk menjelajahi tempat-tempat yang menarik di kota Tenggarong. Hehe! Saya memutuskan untuk eksplore kota Tenggarong pada hari ketiga eksplore Pulau Borneo setelah dua hari sebelumnya saya eksplore kota Balikpapan yang sudah saya posting di http://www.aufasidix.blogspot.com/2012/07/explore-balikpapan-01-02122011.html

Treking Bukit Bangkirai
Jalan menuju Bukit Bangkirai
Untuk menuju Kutai Kartanegara, kita akan melewati jalan raya Balikpapan-Samarinda sepanjang kurang lebih 120 km yang biasa ditempuh sekitar 2,5 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi atau bus. Nah, di Km 38, saya memutuskan untuk belok kiri,  mampir sejenak di kawasan hutan wisata bukit bangkirai yang terkenal dengan jembatan gantungnya itu. Dari Jalan raya Balikpapan-Samarinda,  Hutan Wisata Bukit Bangkirai masih masuk lagi sekitar 20km. Jangan terkecoh ya dengan angka 20km ini karena dari 20km ini ternyata 10 km-nya masih jalan tanah dan berbatu dan masih harus melewati pertambangan batubara di tengah hutan. Waduh. hahaha! Tidak ada angkot sama sekali untuk menuju hutan Bangkirai ini. Kita harus memakai kendaraan pribadi. Namun sangat rekomended lah. ^_^ 

Jembatan Gantung Bukit Bangkirai

Kawasan Hutan Bukit Bangkirai ini sendiri menawarkan wanasiwata yang lumayan lengkap dan biasa dipakai buat acara-acara outbond. Yang paling terkenal dari Hutan Bukit Bangkirai ini tentu saja adanya Jembatan Gantung setinggi 30m yang menghubungkan 5 pohon berusia ratusan tahun. Menakjubkan. ^_^

Menyusuri Kota Tenggarong juga tak kalah asyiknya. Jarak Samarinda-Tenggarong yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu cuma setengah jam saja namun berhubung pada waktu itu jembatan kutai kartanegara (kukar) yang sangat terkenal itu baru saja roboh, (Ingat kan tragedi memilukan robohnya jembatan kutai kartanegara itu. hik!) Maka saya pun harus memutar sekitar 1 jam menyusuri sungai Mahakam lewat jembatan Mahakam Ulu. Dengan pemandangan kapal tongkang pengangkut batu bara disepanjang sungai Mahakam. Meskipun harus memutar cukup jauh, namun pemandangan di kanan kiri sungai lumayan indah membuat mata tak berhenti berkedip. Lebay ding! halah..:p

Depan Reruntuhan Jembatan Kukar
Tempat persinggahan pertama saya tentunya di reruntuhan jembatan kukar yang sangat terkenal itu. Banyak sekali tim SAR dan media massa yang meliput. Rame banget! Jembatan yang menghubungkan antara kota Tenggarong dan Tenggarong Seberang ini membentang melewati Sungai Mahakam, sungai terlebar di Kalimantan.

Sempat dibingungkan dengan akses menuju jembatan ini karena semua jalan yang mengarah ke jembatan ini pada waktu itu ditutup oleh polisi dan hanya boleh dilewati oleh orang yang berkepentingan dengan tragedi runtuhnya jembatan kukar tersebut seperti para tim SAR, wartawan atau para pejabat setempat. Tapi akhirnya saya bisa juga sampai tepat persis di depan reruntuhan jembatan tersebut. Agak miris memang rasanya melihat langsung jembatan gantung terpanjang di Indonesia ini seolah tak berbekas dan hanya menyisakan tiang-tiagnya saja.

Tepat di tengah-tengah sungai mahakam, tidak jauh dari jembatan kukar, terdapat pulau buatan sebagai pulau wisata yang bernama pulau Kumala Semacam dufannya kota Tenggarong, namun saya cukup foto-foto saja lah dari seberang, gak nyebrang.males.hehe..:). Sepi banget kayaknya!

Kapal Pengangkut Batu Bara di Sungai Mahakam
Di Kota Tenggarong sendiri ternyata banyak banget museum yang menarik dan layak untuk dikunjungi seperti Museum Mulawarman, Museum Kerajaan Kutai, Museum Buaya, Museum Kayu,dll. Tiket Masuknya pun gak terlalu mahal kok. Keren lah.^_^. Berhubung hampir seharian saya diguyur hujan lebat selama di kota Tenggarong jadi bisa sekalian "ngadem" di dalam Museum.hehe.....

Museum

Museum Kerajaan Kutai
Agak menjauh sebentar dari pusat kota Tenggarong, ada pusat rehabilitasi Orangutan di kawasan hutan Samboja, Borneo Orangutan Survival namanya atau orang-orang sekitar biasa menyebutnya dengan sebutan BOS. Letaknya sebetulnya malah lebih dekat dari kota Balikpapan melewati kawasan Balikpapan Timur, namun sudah masuk ke wilayah Kutai Kartanegara. Disinilah orangutan-orangutan kalimantan  yang berada di ujung kepunahan itu, dirawat dan dilatih agar bisa dilepas kembali ke alam bebas.

Jujur, perjalanan saya eksplore kabupaten Kutai Kartanegara sangatlah singkat. Dengan waktu yang sangat singkat itu saya mencoba untuk menyambangi semuanya. Dan memang Kutai Kartanegara dengan kota Tenggarongnya yang terbilang cukup sepi banyak menawarkan tempat wisata yang menarik untuk didatangi. Sebetulnya jika ada waktu lebih saya masih ngin melanjutkan perjalanan ke pelosok pedalaman Kutai Barat ke perkampungan Suku Dayak Kenyah dan melihat atraksi Pesut Mahakam. Namun sayang waktu yang terbatas tidak memungkinkan saya untuk kesana. ehm, di kesempatan yang lain semoga.he....!

Selasa, 24 Juli 2012

EXPLORE BALIKPAPAN

Bandara Sepinggan, Balikpapan
Menyusuri Kota Balikpapan, kota dengan julukan kota minyak, di semenanjung Timur Borneo, sendirian memberikan pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya sendiri eksplore kota Balikpapan pada tanggal  01-02 Desember 2011 yang lalu. Untuk explore Kota Balikpapan bisa dengan naik angkutan kota yang rute-rutenya sudah sangat jelas dan gampang dihapalkan. Angkutan disini murah meriah kok sekitar Rp. 1500 sekali jalan sampai Rp. 4000 saja paling jauh. Selama 2 hari di Balikpapan, hari pertama saya memilih untuk ekplore kota  Balikpapan dengan angkutan umum sedangkan hari kedua saya memilih untuk sewa motor untuk menyusuri kawasan wisata hutan di pedalaman Balikpapan utara yang memang tidak bisa ditempuh dengan angkot. Oh iya, angkot di sana namanya taxi ya. jadi kalau kita bilang taxi, itu artinya angkot. Sedangkan taxi yang selalma ini kita kenala namanya taxi meter/argo. hehe..:)

Pertama Kali mendarat di Bandara Sepinggan, Balikpapan, pandangan saya langsung mencari-mencari booth dinas pariwisata yang menyediakan brosur-brosur wisata yang biasanya ada di setiap bandara. Benar saja, tepat setelah pengambilan bagasi, ada booth kecil yang menyediakan brosur-brosur wisata dan terlihat hanya ada seorang petugas yang menjaga.  


Dan setelah obrak-abrik brosur-brosur wisata, (halah) , ternyata memang banyak banget objek wisata yang sangat menarik di kota Balikpapan mulai dari wisata pantai dan wisata kota dio sepanjang Balikpapan utara sampai Balikpapan Selatan, wisata budaya, wisata belanja di daerah kebun sayur, Balikpapan Tengah sampai jelajah hutan di Balikpapan utara. Beberapa tempat wisata yang sempat saya datangi selama di Balikpapan diantaranya:

Kawasan Balikpapan Timur:

Penangkaran Buaya Teritip
a. Penangkaran Buaya di Teritip. dan ternyata ada lebih dari 2000 ribu buaya lho! Busyet. Banyak amat yack. Masuknya pun cukup muraah. "cuma" Rp 10 ribu kok dan berhubung waktu itu saya pas weekday, walhasil saya sendirian lah yang melenggang-kangkung di penangkaran segedhe ini.wkwkwk! Beruntung waktu itu saya bertepatan dengan jam memberi makan buaya sehingga saya bisa menyaksikan dengan kepala saya sendiri berkuintal-kuintal ikan diberikan kepada buaya. seru!! Ehm, sebetulnya disini kita juga bisa merasakan makanan "aneh" sate buaya tapi berhubung warungnya tutup, mungkin karena hari biasa dan gak ada pengunjungnya juga,, batal rencana saya untuk mencoba sate buaya itu.

b. Pantai Lamaru, dan Monumen Jepang yang jaraknya berdekatan. Well, menurut saya pantainya sih biasa aja dan monumen jepangnya itu ternyata cuma seuprit..:),. Letaknya sih tidak begitu jauh dari jalan raya Balikpapan Timur dan bisa jalan kaki hanya sekitar 1,5 km saja. Beruntung waktu itu, ada warga yang berbaik hati mau nganterin saya. Gratis.hehe.:)

Monumen Jepang ini sendiri seberulnya kurang tepat jika dijadikan wisata buat keluarga sih, lebih sering digunakan sebagai tempat kongkow-kongkow anak sekolah sepulang sekolah yang biasanya pada duduk-duduk di sekitar kawasan monumen jepang ini. 

c. Pantai Manggar Segara Sari. Tidak beda jauh dengan Pantai Lamaru hanya saja fasilitasnya lebih lengkap. Ada banana boat juga dan pantai yang paling populer sebagai wisata bersama keluarga.halah. :). ehm, ketika saya bilang pantai ini paling populer, jangan bayangkan seperti pantai-pantai cantik sepi berpasir putih mulus seperti di pulau Lombok, Bintan, atau Bengkulu ya. Jujur sejujur-jujurnya  :p, pantai-pantai di Balikpapan biasa banget sih menurut saya. Setidaknya ini mengobati rasa penasaran saya lah terhadap wisata Pantai di Balikpapan . …^_^


Monumen Jepang at Pantai Lamaru
Balikpapan memang kurang dianugerahi pantai-pantai yang cantik, namun sebagai gantinya, Balikpapan  menyuguhkan pemandangan hutan alam yang luar biasa sebagai kawasan hutan hujan tropis di pulau Borneo yang merupakan habitat alami bagi satwa-satwa endemik yang hampir punah seperti orang utan atau beruang madu  yang sebagian besar terletak di Balikpapan Utara.

Beberapa diantaranya yangsempat saya jelajahi  : 

Kawasan Balikpapan Utara: (Wisata Hutan semua nih)

a. Hutan Lindung Sungai Wain

Bisa Camping disini dengan mengajukan ijin terlebih dahulu kepada pengelola Hutan Lindung setempat. Ada Dua jalur treking yang biasa digunakan untuk eksplore kawasan hutan lindung ini yang ditemani guide setempat dimana di dalam hutan lindung ini terdapat danau atau Sungai yang bernama Sungai Wain. Itulah mengapa hutan lindung ini  dinamakan Hutan Lindung Sungai Wain )

Di luar kawasan  Hutan Lindung Sungai Wain ini terdapat Kebun Raya Samarinda yang biasanya digunakan sebagai aktivitas camping atau outbond.

b. Hutan Lindung Manggar

Kawasan Hutan Lindung Manggar
c. Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan

Merupakan tempat konservasi beruang madu.Beruntung saya pas banget dapat momen ketika pawang ngasih makan beruang madu. Asyik…^_^


Dan lagi-lagi karena saya pas weekday sehingga saya sendirian lah sebagai pengunjung di kawasan konservasi beruang madu segedhe ini ditemani dengan beberapa orang penjaga. Seru! Ngobrol-ngobrol dengan Penjaganya, ternyata beruang madu yang ada disini merupakan hasil sitaan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab memelihara dan bahkan menyiksa beruang madu ini sampai ada beruang madu yang matanya buta.. (Kejam...T.T). Beruang madu disini pun ternyata sudah hilang naluri berburu secara alamiahnya sehingga tidak mungkin lagi dilepas di alam bebas. sayang ya..

Kawasan Balikpapan Selatan:

a. Pantai-pantai di Sepanjang Jalan Sudirman : Pantai Polda, Pantai Kemala, Pantai Monpera, Pantai Melawai, dan masih banyak lagi yang kesemuanya jaraknya saling berdekatan dan bisa dijangkau dengan jalan kaki atau naik angkot sekali jalan saja. LEtak bibir pantanya pun hanya sekitar 100-200m dari jalan raya. Berhubung pantai-pantai tersebut letaknya di tengah kota, pantai-pantai ini pun lebih ramai dari pantai-pantai lainnya di Balikpapan dan yang penting masuknya gratis..tis..tis...! hehe...^_^

Pantai Kemala
Pantai Polda
Pantai Monpera
b. Monumen Australia yang ternyata Cuma bunderan kecil biasa saja di tengah jalan..:). Letaknya sendiri di ujung Jalan Sudirman, dekat dengan pantai kemala / pantai polda, dan bersebelahan dengan Kawasan Kilang Pertamina.  

c. Kilang Minyak Pertamina (cocoknya malam hari nih, lihat kerlap-kerlip kilang minyak dari kampung atas air di malam hari)

d. Taman Bekapai. Semacam taman kota yang isinya orang pacaran semua..:)

e. Kulineran di Bandar Balikpapan/pusat kuliner Balikpapan.
Merupakan pusat wisata kuliner di tengah-tengah kota Balikpapan. Letaknya tidak jauh dan bersebelahan saja dengan Taman Bekapai. Disini saya nyobain Nasi kuning yang menurut saya gak beda jauh dengan nasi uduk biasa sih.haha.^_^

Nasi Kuning Khas Balikpapan
Untuk pilihan wisata kuliner di Balikpapan sebetulnya masih ada kepiting kenari yang terkenal itu yang konon kepitingnya sendiri didatangkan dengan pesawat dari tarakan (pantesan mahal banget..T.T). Letaknya tidak jauh dari Bandara, sayang harganya gak pas buat kantong backpacker kere kayak saya.halah..:)


Kawasan Balikpapan Tengah:

a. Pusat oleh-oleh dan kerajinan khas Kalimantan di Pasar Kebun Sayur. Keahlian menawar sangat berguna nih disini.hehe..
Pusat oleh-oleh dan kerajinan, Pasar Kebun Sayur 
b. Hutan Mangrove Margomulyo. Rumahnya Bekantan nih.

Well, overall Kota Balikpapan memang cukup menarik untuk didatangi, dan yang paling rekomended tentunya wisata hutannya itu yang memang oke banget.Awalnya sedikit ragu karena hanya berbekal sedikit info saja mengenai wisata di Balikpapan namun ternyata cukup banyak temapt wisata yang meanrik di kota Balikpapan ini. Apalagi hampir semua tempat wisata dapat dijangkau dengan mudah dengan angkutan umum yang rutenya sangat jelas. (fyi , rute angkutan umum tersebut dapat kita dapatkan di brosur yang dibagikan di bandara. begitu sampai bandara sepinggan, ambil saja brosurnya.he..) Hayuk pada maen ke Balikpapan……^_^