Tampilkan postingan dengan label Gili. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gili. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2012

MY LONELY TRIP TO GILI TRAWANGAN, GILI MENOS AND GILI AIR, LOMBOK (03-04 NOVEMBER 2011)

Saya mau sedikit sharing tentang perjalanan saya selama 2 hari 1 malam sendirian ke 3 Gili (Trawangan, Menos, Air) di Lombok tanggal 03-04 November 2011 kemarin;

Gili Trawangan
Perjalanan di mulai dari Kota Mataram, tepatnya dari Terminal Bertais dengan menggunakan angkot (warga setempat menyebutnya bemo ) jurusan Tanjung/Bayan. Uniknya angkot ini melewati kawasan hutan pusuk yang terkenal dengan monyet2 liarnya di pinggir jalan.Seru!! Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dan turun di Perempatan Pemenang. Nah, dari sini kita bakal ditawarin naik cidomo (semacam kereta kuda yang ditarik kuda Sumbawa) yang bertebaran banyak banget untuk menuju Pelabuhan Bangsal.  Naik cidomo 20-25rb (kapasitas 5 orang). Saya sih memilih jalan kaki saja menuju Pelabuhan Bangsal. Cuma sekitar 1 km saja kok. Lebih enjoy sambil melewati persawahan2 penduduk setempat (Alasan ding, padahal biar lebih ngirit aja!hehe…:p)

Dalam perjalanan menuju  Pelabuhan Bangsal, saya mampir sebentar untuk sarapan di warung setempat dan beli logistik, terutama minuman, karena kabarnya jika kita beli di Gili Trawangan mahal banget. Bisa 2 kali lipat harganya. Begitu masuk Pelabuhan Bangsal langsung menuju ticket office untuk membeli  tiket public boat. Tiket public boat Bangsal-Trawangan cuma Rp 10rb kok. Gak mahal. Kalau ada yg nawarin carter boat, tolak aja secara halus, atau cuekin aja. Hehe….! Publik Boat ini sistemnya harus nunggu penumpang penuh dulu sampai 25 Orang baru kemudian berangkat.  Nanti kita bakal dipanggil sesuai dengan warna tiket. Beruntung dong saya tidak perlu menunggu terlalu lama,  hanya sekitar 20 menit aja soalnya tiket saya nomor antrian 20 jadi hanya menunggu 5 orang lagi saja untuk berangkat. Perjalanan ke Gili Trawangan hanya memakan waktu kurang lebih 1 jam saja kok dengan ombak yang cukup bersahabat.hehe….

Snorkeling 3 Gili
Jalan-jalan sendirian ke 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Menos, dan Gili Air) di Lombok membuat saya merasa seolah-olah bukan di negeri sendiri. Betapa tidak, Turis lokal yang saya temui jumlahnya bisa dihitung dengan jari karena mayoritas turis yang datang kesini ternyata turis luar negeri. 99% turis yang ke Gili Trawangan adalah bule. Betapa saya mendadak merasa menjadi minoritos disini.

Di Gili Trawangan, banyak banget bertebaran tawaran2 paket diving, paket snorkeling 3 gili, paket hoping island, glass bottom boat,dll. Banyak penyewaan snorkel gear + fin juga. Jam telah menunjukkan Pukul 10.00 ketika saya menginjakkan kaki di GIli Trawangan dan Paket Snorkeling 3 Gili yang ingin saya ikuti rata2 dimulai pukul 10.30. Mulailah mata saya jelalatan nyari Paket2 Snorkeling yang paling murah. Rata2 Paket Snorkeling 3 Gili seharga Rp. 125.000,00 sudah termasuk snorkel gear seharian mulai dari Jam 10.30 s.d. 15.30. Nah. Berhubung saya membawa peralatan snorkeling sendiri, dapat diskon dong jadinya “cuma” Rp. 100.000 saja.lumayanlah.hoho! Saran saya : pas mesen snorkel 3 gili ini, mending bilang mau pake Life Vest nya sekalian. Soalnya klo gak bilang, gak bakal dibawain. Yang snorkeling , bule2, rata2 gak ada yang memakai Life Vest. O iya, Jangan lupa bawa uang juga untuk makan siang di Gili Air.

Snorkeling di Gili Air
snorkeling 
Ketika saya mencoba ikutan paket snorkeling ke 3 gili di Gili Trawangan, Gili Menos, dan Gili Air, ini dari sekitar 20 orang yang ikut snorkeling dalam satu kapal, ternyata saya sendiri satu2nya turis lokal yang ikut. Walah!! Semuanya bule. Ternyata memang benar kalau Gili itu lebih terkenal di luar negeri daripada di Negeri Sendiri.  Hik! Nyaris tidak ada turis lokal yang saya temui.

Titik awal snorkeling dimulai di Gili Trawangan selama 30 menit, dilanjutkan 30 menit snorkel di Gili Menos, (di sekitaran menos wall yang dalamnya bisa mendapai puluhan meter) dan yang terakhir 30 menit snorkel di Gili Air (yang terakhir paling mantap nih.keren banget.hehe!). Di Gili Trawangan, Titik snorkeling yg bagus ada di depan Coral Beach dan di depan penangkaran kura-kura. Kalau didepan penangkaran kura-kura, arus akan membawa kita ke arah pelabuhan public boat, ikuti aja, pemandangannya oke kok. Tinggal kepinggir kalau kita capek. Beruntung waktu itu cuaca sangat cerah. Jarak pandang di dalam air sangat dalam dan jelas. Lautnya pun sangat bersih dan jernih. Keindahan bawah laut 3 Gili saya akui memang sangat luar biasa. Indah banget. Dan baru kali ini pula saya nemu kura-kura segede bantal berenang di lautan lepas di sekitaran Gili Menos. Waa!! Keren…Keren……!!

Selesai Snorkeling di Gili Air, kita akan digiring untuk makan siang di Gili Air. Cuma ada satu tampat makan disitu. Tips makan di Gili Air, segeralah memesan makanan, karena yang masak hanya 4 orang sedangkan yg pesen banyak banget, jadi bakalan lama kalau telat pesen. Pilih2 menu makanan, akhirnya pilihan saya jatuh pada nasi goreng. Tahu gak kenapa?? Yup. Benar sekali. Karena itu yang paling murah harganya .T.T. “Cuma” Rp. 25rb kok!! Minum gratis karena saya bawa botol minum sendiri.hehehe……^_^. Nah, Ceritanya kan saya diajak makan satu meja bareng 2 turis Inggris dan 2 turis AS. Ternyata mereka lagi honeymoon loh!!! (penting ya? :P). Ngobrol kesana kemari dengan mereka, ternyata Gili Trawangan memang sudah menjadi semacam tujuan favorit buat honeymoon sama bule2 di Luar Negeri. wuih, bangga dong!!

Tiba kembali di Gili Trawangan, waktu telah menunjukkan pukul 16.00 dan saya belum mencari penginapan sama sekali. Kalau mau cari penginapan/homestay yang murah, cari yang agak masuk ke dalam pulau saja. Dari kantor tiket public boat, belok kiri sekitar 200 m trus masuk aja ke dalam gang di samping art market/pangkalan cidomo. Buanyak banget homestay/penginapan murah meriah di dalam Gili. Rata2 sekitar Rp. 100-150 berdua sih.  Setelah jalan ratusan meter ke dalam dan membandingkan puluhan homestay (halah!), dapat penginapan yang lumayan murah lah di Lily Homestay namanya, letaknya agak dibelakang bukit. (sory nomor  tlp gak saya catat. Lupa! :p. lagian cari Go Show juga pasti dapat kok! Nyante aja!!hehe…). Saya kena harga Rp. 90rb/malam dan sudah termasuk breakfast. Harusnya kalo berdua jatuhnya lebih murah sih. Tapi sayang saya tidak menemukan bule yang bisa diajak sharing kamar bareng. Ga pa2 lah.hahaha! Tes Air Keran, ternyata airnya agak asin. Whatever lah, namanya jg penginapan murah.hihi…^_^. Ngobrol2 sama yang punya penginapan, eh ternyata bulan November-Desember itu termasuk low season lho! Kalo high season itu bulan Juni s.d. Agustus. Jadi kalo mau murah meriah ke Gili Trawangan, ya sekarang aja ke Gilinya. Oke…

menunggu sunset
Menjelang  Sore, Saya mencoba menyusuri sisi timur Gili Trawangan yang ramai dengan kafe dan bar. Nemu penyewaan sepeda yang lumayan murah meriah lah. Akhirnya sewa sepeda juga biar bisa muterin gili sampai malam. Dapat harga bersahabat, dengan uang sebesar Rp. 20rb sudah bisa bersepeda keliling gili sampai malam, hehe.O iya, rata2 sewa sepeda disini Rp 10-15rb/jam. Atau  Rp. 50rb-70rb/24jam. Pintar2 nawar aja. Biasanya kalo sama turis lokal bisa dapat lebih murah sih. Tergantung kelihaian kita menawar juga.hehe! Ada juga pilihan untuk mengelilingi Gili Trawangan dengan naik cidomo (Rp.100rb-120rb sekali keliling pulau ).

Cukup dengan berbekal sebotol minuman gede yang saya taruh di keranjang sepeda, muter2lah saya sendirian keliling Gili Trawangan. Sepanjang pantai timur Gili Trawangan, mulai dari selatan sampai utara gili, dimana2 banyak banget bule2 yang lagi berjemur, maupun snorkeling di pinggir pantai. Eh, ternyata Gili Trawangan gak gede2 amat kok! Muterin seluruh gili dengan naik sepeda gak sampai 1,5 jam lah (tapi setengah jam-nya buat foto2.hehehe…). Menjelang Sunset, saya mengarahkan sepeda saya ke sisi selatan Gili, yakni ke Sunset Bar yang merupakan spot terbaik di Gili Trawangan untuk melihat sunset. Tiba di Sunset Bar, sudah banyak bule2 yang nongkrong2 sambil minum bir . Nah, daripada cengok kayak orang hilang :p, saya ajak ngobrol2 lah penjaga bar disitu.hehe…! Ternyata eh ternyata, bule2 yang kesini itu kebanyakan pakai fast boat langsung dari Bali yang cuma 2 jam saja dari Tanjung Benoa, Bali. Gak pake acara lewat pelabuhan bangsal dulu. Oh, Pantesan, waktu nyebrang dari Pelabuhan Bangsal ke Gili Trawangan, Bule yang saya temui dikit banget, tapi begitu sampai Gili Trawangan, lha kok isinya bule semua.hehe…..

Menjelang malam, Hingar binger nightlifenya pun mulai kelihatan. Sepanjang pantai timur Gili Trawangan, isinya party semua. Jeb ajeb…ajeb…^_^.  Masih ingat dengan ajakan temen bule yang snorkeling bareng tadi siang untuk ikutan party bareng malam ini di Bar xxxxxx (nama disamarkan :P). Ah, tapi nanti saya malah mengganggu mereka yang lagi honeymoon lagi. (Alasan ding! Padahal takut gak kuat minum bir aja, takut mabuk dan yang paling penting bayarnya itu kan pasti mahal bgt.hehehe….:P).

O iya, untuk pilihan makan malam yang murah meriah, cari aja di art market, dekat dengan pangkalan cidomo. Siapin aja uang sekitar Rp. 10-20rb/orang. Banyak makanan lokal murah meriah kok disitu mulai dari sate, soto, nasi goreng, pecel ayam dan yang paling penting dengan harga yang cukup bersahabat pastinya. Kalau kehabisan uang, gak usah khawatir soalnya banyak ATM bertebaran disitu seperti ATM BRI, BII, BNI, dan MANDIRI dan CommonWealth. Untuk hiburan, di Gili Trawangan kebanyakan bar-bar dengan party-nya. Kalau mau nonton film juga ada semacam mini studio di samping Manta Ray Dive.

Sebagai gambaran, ini total pengeluaran saya selama 2 hari 1 malam di Gili Trawangan  dihitung dari Kota Mataram:

Angkot Mataram-Pelabuhan Bangsal                           10000
Sarapan di Pelabuhan Bangsal                                      10000
Beli 2 botol air minum besar di Bangsal                         6000
Tiket Kapal bangsal-Gili Trawangan                            10000
Paket Snorkeling 3 Gili (Trawangan, Menos, Air)     100000
Makan siang di Gili Air                                                 25000
Penginapan + Breakfast                                                 90000
Sepeda                                                                           20000
Makan Malam di Gili Trawangan                                 14000
Makan Siang hari Kedua di Gili Trawangan                 12000
Tiket Kapal Gili Trawangan-Bangsal                            10000
Angkot Pelabuhan Bangsal-Mataram                            10000
Total                                                                  Rp.     317.000

Gak mahal2 amat lah. Seharusnya masih bisa lebih murah dari itu sih, tapi gak pa2 lah. Yang penting enjoy aja.hehe…! Ayo pada wisata ke Gili dong! Masa Gili lebih terkenal di Luar Negeri daripada di Negeri Sendiri sih.  3 Gili (Trawangan, Menos,, dan Air) di Lombok memang luar biasa, Sebetulnya lebih cocok buat tujuan honeymoon sih! 

Tapi lumayanlah, meskipun saya jalan2 sendirian minimal bisa mengobati rasa penasaran saya tentang 3 gili yang katanya sangat tersohor di seluruh dunia itu dan memberikan pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya yang membuat saya lebih mencintai Indonesia . Orang Luar Negeri saja pada berbondong-bondong kesini dan berdecak kagum dengan keindahan negeri kita ini, mengapa kita yang sebagai warga Indonesia sendiri justru terkesan kurang begitu peduli? Indonesia itu sangat Indah kawan.  Gili Trawangan, Gili Menos, dan Gili Air, I’ll miss u .^_^

Untuk foto-foto lainnya bisa dilihat disini :Foto-Foto 3 Gili, Lombok

““Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” -Mark Twain-