Senin, 21 Juli 2014

EXPLORE KOTA KINABALU, SABAH, MALAYSIA


Pada tanggal 19 - 21 Mei, saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Kota Kinabalu, Ibukota Negeri Bagian Sabah, Malaysia yang terletak di ujung utara Borneo atau Pulau Kalimantan ini cuma berjarak sekitar 4 jam perjalanan saja naik spead boat dari negara Brunei. Sebagai ibukota negara bagian, menurut saya kota ini lumayan kecil. Jalan kaki seharian saja saya rasa juga sudah selesai untuk mengelilingi kota ini..:). Namun meski kelihatannya kotanya kecil dan sepi, banyak tempat menarik yang bisa dilihat disini sehingga keputusan saya untuk menghabiskan 4 hari 3 malam di kota ini saya rasa sudah lebih dari cukup. Kebanyakan orang-orang yang memutuskan untuk jalan-jalan ke Kinabalu karena tertarik untuk mendaki Gunung Kinabalu. saya sendiri tidak ada keingingan secara khusus sebetulnya untuk mendaki Gunung Kinabalu seperti kebanyakan wisatawan yang lain.

Tanjung Rhu Beach
Pantai kota Kinabalu
 Kota Kinabalu menyajikan wisata laut atau pantai dan gunung sekaligus dalam satu tempat.  Untuk  keliling kota Kinabalu sendiri sebetulnya ada bus kota yang dibagi menjadi dua jenis, yaitu ada city bus yang melayani rute di dalam kota dengan biaya 0,5-1 Ringgit sahaja (cukup murmer lah!) dan minibus untuk tujuan ke luar kota Kinabalu. Ada juga bus-bus untuk tujuan jauh seperti ke Khucing di Sarawak atau bahkan ke kota Pontianak di Indonesia. Wah!! Saya pun sempat mencoba berkeliling kota ini dengan city bus ini.
Kampung Backpacker
Kota Kinabalu dari Atas
Spot-Spot menarik di dalam kota Kinabalu banyak. Yang mau ke pantai bisa  ke kawasan Pantai Tanjung Rhu meskipun kebanyakan sudah dikuasi resort-resort, atau ke Taman Nasional Tuanku Abdul Rahman, semacam kepulauan seribunya Kinabalu. Ada Pulau Sapi, Manukan, Mamutik, Sulug, dll yang jaraknya cuma selemparan batu saja dari bibir pantai kota Kinabalu dan kelihatan dari pantai. O iya, kalo masuk ke pulau-pulau itu, berhubung dikenakan tiket masuk, tips saya, mengaku aja orang Malaysia, bayar masuk pulau cuma 2 RM (Imagine that for non Malaysian, 10 RM per island :p). JIka kebetulan kalian menginap di hotel, biasanya dari hotel sering ada voucher diskon untuk ke pulau-pulau tersebut sehingga lebih murah.


Pijat Tuna Netra di Gaya Street Sunday Market
Ada banyak museum juga di kota Kinabalu seperti State Museum, Sabah Art Gallery, Heritage Village, Sabah Islamic Civilization Museum yang jaraknya berdekatan, juga bangunan-bangunan unik seperti Katredal, Masjid kota Kinabalu dimana masjidnya dibangun di atas air, persis di pinggir laut, juga Masjid Negeri, masjid terbesar di Kinabalu. Dan untuk masuk ke museum-museum tersebut, saran saya masih sama, mengakulah sebagai orang malaysia dan pakai bahasa melayu sedikit.hehe..), it cost only 2 RM to visit these museums. Compare for non Malaysian, 10 RM per museum. Bayangkan berapa yang bisa kita hemat!! hehe…..

Ehm, jika keliling kota Kinabalu, jangan lupa foto-foto di depan Patung ikan merlin, iconnya kota Kinabalu. Yach, walaupun sebetulnya patungnya cuma seuprit sih >_<! jangan lupa juga ke icon kota Kinabalu lainnya yakni ke Atkinson Clock Tower. Tadinya saya pikir ini jam mirip jam big ben di London atau minimal mirip jam gadang di Bukit Tinggi lah, tapi ternyata menara jam ini “mungil” banget. Tidak sampai 10 m sepertinya dan waktu itu sedang direnovasi lagi.  Dari Jam Atkinson ini juga bisa nanjak ke Signal Hill semacam puncak bukit untuk melihat kota Kinabalu dari atas, yang lumayan bikin ngos-ngosan juga nanjaknya namun Keren lah!

Herritage VIllage
Jika kita pas kebetulan hari minggu ke sini, dan kebetulan waktu saya kesana bertepatan dengan hari minggu, mampir ke Gaya Sunday Market yang hanya ada di hari minggu dari jam 7 pagi s.d. 12 siang saja. Bisa berburu souvenir khas kota Kinabalu mulai dari kaos sampai pernik-pernik, atau hanya sekedar mencoba pijat tuna netra yang hanya ada di gaya Sunday market ini. :). Ternyata di kota Kinabalu sediri, judi diijinkan untuk yang non muslim dan banyak sekali pusat judi di kota Ini. Rame banget pula..

Nah berhubung kota Kinabalu sendiri lumayan tidak terlalu besar, jika ada waktu lebih, cobalah ke luar kota sejenak seperti yang saya lakukan yakni ke Kinabalu Park yang berjarak 3 jam perjalanan dari kota Kinabalu. Sebetulnya tidka lengkap kalau ke Kinabalu tanpa nanjak ke gunung Kinabalu yang tersohor itu, apa daya kantong sedang tidak bersahabat..:p, mana untuk dapat ijin naik gunungnya harus ijin dari 1 tahun sebelumnya dan harus sudah booking penginapan di atas puncak lagi. Saya sendiri cukup keliling kinabalu parknya di kaki gunung kinabalu karena banyak tempat juga yang bisa dikunjungi seperti botanical garden, jembatan gantung atau ikutan trekking singkat bareng bule-bule.hehe…

Museum Sabah
Museum Sabah
Museum Islam Sabah
Betapa beruntungnya saya, selama di Kinabalu, saya bertemu dengan teman-teman dari couchsurfing Kinabalu dan beberapa teman dari Filiphina. Ya meskipun saya tidak terus-menerus bersama mereka karena tentunya masing-masing sudah punya agenda sendiri tentunya. Yap, inilah persahabatan internasional, dimanapun, kapanpun,  jadi jangan pernah takut jalan-jalan sendirian ke Luar Negeri atau kemanapun. Don’t let your worry bigger than your travel Dream or You will go nowhere. ^_^

Kinabalu Park
Meskipun cukup singkat saya menjelajahi kota Kinabalu, jika diberi kesempatan, saya ingin bisa kembali ke Kinabalu lagi, tapi untuk naik gunung Kinabalu seperti para traveller yang lain yang datang ke Kinabalu.Semoga...........

Selasa, 20 Mei 2014

TIPS BACKPAKING

TIPS BACKPACKING



  1. Pastikan tempat yang akan kita tuju merupakan tempat yang relatif aman dan tidak berkonflik serta cari informasi sebanyak-banyaknya tentang tempat tujuan wisata kita;
  2. Lakukan perjalanan di malam hari untuk menghemat sewa penginapan dan pada pagi harinya kita bisa berwisata sepuasnya seharian.
  3. Jangan lupa jaga kesopanan, sopan santun, dan ramah supaya penduduk sekitar daerah yang jadi objek tujuan kita juga nyaman dengan kehadiran kita;
  4. Bawa uang secukupnya (jangan berlebihan) dalam bentuk cash untuk berjaga-jaga bilamana tidak menemukan atm pada perjalanan dan tempatkan uang kita pada tempat yang aman dan pada tempat yang terpisah-pisah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti kecurian;
  5. Bawalah peta lokasi yang akan kita kunjungi atau bisa memakai GPS (jika punya).
  6. Bawa perbekalan makanan yang dapat menunda lapar seperti roti atau kokis secukupnya  untuk menghindari kelaparan ketika dalam perjalanan bus/kereta dimana tak ada penjual makanan;
  7. Bawalah obat-obatan untuk berjaga-jaga antara lain : obat anti masuk angin, obat flu, obat pusing, minyak kayu putih, obat keseleo (counterpain), plester, dan obat anti mabok dalam perjalanan juga obat-obatan yang berhubungan dengan saluran pencernaan untuk menghindari seperti keracunan akibat salah makan.
  8. Bawalah pakaian secukupnya dan jangan lupa untuk membawa jaket dan handuk kecil;
  9. Bawalah kantong plastik besar untuk pakaian kotor agar tidak tercampur dengan pakaian bersih dan beberapa kantong plastik kecil untuk berjaga-jaga.
  10. Bawalah benang dan jarum jahit untuk berjaga-jaga bilamana ada baju atau tas kita yang sobek dalam perjalanan dan pastikan bahwa tas yang akan kita gunakan dalam kondisi yang baik.
  11. Jangan lupa membawa perlengkapan mandi secukupnya dan dalam ukuran yang kecil.
  12. Tanyalah harga terlebih dahulu ketika makan untuk menghindari harga yang "ditembak" sang penjual;
  13. Jangan bertanya pada orang yang tidak meyakinkan seperti para calo.  Yang penting rajin bertanya sama orang-orang yang bisa dipercaya seperti petugas resmi terminal/stasiun atau polisi.
  14. Gunakan alas kaki yang nyaman untuk digunakan dalam waktu yang lama seperti sandal gunung atau sepatu.

Tambahan Untuk Anda Yang Ingin Backpacking Ke  Luar Negeri:

1. Berburu Tiket Pesawat Promo

Sekarang ini sudah banyak sekali low cost airlines yang sering menyediakan promo  tiket “sangat murah” ke berbagai tujuan di berbagai negara seperti misalnya Jetstar, Cebupacificair, Tiger Airways, Ryan Air, Airasia dan masih banyak lagi. Sebagai Contoh untuk tiket Jakarta-Singapore tiket paling murah yang pernah saya temui Rp. 20 ribu PP belum termasuk Airport Tax Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 150 ribu ketika ada promo dari maskapai Air Asia. Tentu saja harga tersebut di atas tidak mengikat dan tidak bisa dijadikan referensi. Tapi untuk mengetahui adanya promo harga miring tiket pesawat, daftarkanlah diri anda ke web maskapai yang bersangkutan untuk mendapatkan newsletter lewat email jika ada promo tiket pesawat yang pemberitahuannya biasanya secara tiba-tiba atau mendadak. Atau bisa dengan memfollor akun twitter resmi maskapai bersangkutan karena info dari twitter biasanya lebih cepat karena cara untuk mendapatkan tiket promo ini kita harus “berebut dan cepat-cepatan” dengan jutaan orang di dunia sehingga jika kita telah mengetahui informasi mengenai tiket promo lebih awal akan lebih baik dan kemungkinan untuk mendapatkan tiket pesawat dengan harga promo akan lebih besar.

2. Menumpang Menginap di Warga Lokal Dengan Memanfaatkan Jaringan Couchsurfing Di Seluruh Dunia

Cobalah menjadi anggota Jaringan Silaturahmi couchsurfing yaitu jaringan sesama backpacker/traveller di seluruh dunia di www.couchsurfing.org.  Jaringan Silaturahmi ini dibuat untuk membantu para backpacker di seluruh dunia untuk bisa saling mengenal satu sama lain dimana para anggotanya bisa saling bertukar akomodasi atau informasi. Jadi  jika kita mau backpacking ke Luar Negeri kita bisa dapat guide gratis dari sesama couchsurfer (istilah untuk pengguna couchsurfing), syukur-syukur kita bisa menumpang menginap gratis di sesama anggota couchsurfing sehingga lebih menghemat biaya penginapan. Saat ini couchsurfing merupakan organisasi jaringan silaturahmi sesama traveler/backpacker terbesar di dunia yang jumlah anggotanya sudah lebih dari 553.000 anggota yang tersebar di 226 negara di Dunia.

3. Akomodasi Murah di Hostel

Jika kita mungkin “kurang beruntung” tidak bisa menumpang menginap di sesama backpacker di negara lain karena satu dan lain hal dengan memanfaatkan jaringan couchsurfing, kita masih bisa menghemat biaya penginapan dengan menginap di hostel (pake “s”, bukan hotel lho!) yang tersebar diseluruh penjuru dunia. Sistem penginapan di hostel ini dalam satu ruangan terdapat banyak tempat tidur (bisa 8 tempat tidur tingkat) dimana kita satu ruang bisa tidur bareng backpacker-backpacker lain dari negara lain. Mirip-mirip asrama dengan biaya berkisar Rp. 40.000 – Rp. 100.000 per malam tergantung fasilitas dan lainnya.


“Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines, sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” – Mark Twain

Noor Aufa Shiddiq
www.aufasidix.blogspot.com