Saya mau sedikit sharing tentang perjalanan saya selama 2 hari 1
malam sendirian ke 3 Gili (Trawangan, Menos, Air) di Lombok tanggal
03-04 November 2011 kemarin;
 |
Gili Trawangan |
Perjalanan di mulai dari Kota
Mataram, tepatnya dari Terminal Bertais dengan menggunakan angkot
(warga setempat menyebutnya bemo ) jurusan Tanjung/Bayan. Uniknya angkot
ini melewati kawasan hutan pusuk yang terkenal dengan monyet2 liarnya
di pinggir jalan.Seru!! Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dan turun
di Perempatan Pemenang. Nah, dari sini kita bakal ditawarin naik cidomo
(semacam kereta kuda yang ditarik kuda Sumbawa) yang bertebaran banyak
banget untuk menuju Pelabuhan Bangsal. Naik cidomo 20-25rb (kapasitas 5
orang). Saya sih memilih jalan kaki saja menuju Pelabuhan Bangsal. Cuma
sekitar 1 km saja kok. Lebih enjoy sambil melewati persawahan2 penduduk
setempat (Alasan ding, padahal biar lebih ngirit aja!hehe…:p)
Dalam
perjalanan menuju Pelabuhan Bangsal, saya mampir sebentar untuk
sarapan di warung setempat dan beli logistik, terutama minuman, karena
kabarnya jika kita beli di Gili Trawangan mahal banget. Bisa 2 kali
lipat harganya. Begitu masuk Pelabuhan Bangsal langsung menuju
ticket office untuk membeli tiket
public boat. Tiket
public boat
Bangsal-Trawangan cuma Rp 10rb kok. Gak mahal. Kalau ada yg nawarin
carter boat, tolak aja secara halus, atau cuekin aja. Hehe….! Publik
Boat ini sistemnya harus nunggu penumpang penuh dulu sampai 25 Orang
baru kemudian berangkat. Nanti kita bakal dipanggil sesuai dengan warna
tiket. Beruntung dong saya tidak perlu menunggu terlalu lama, hanya
sekitar 20 menit aja soalnya tiket saya nomor antrian 20 jadi hanya
menunggu 5 orang lagi saja untuk berangkat. Perjalanan ke Gili Trawangan
hanya memakan waktu kurang lebih 1 jam saja kok dengan ombak yang cukup
bersahabat.hehe….
 |
Snorkeling 3 Gili |
Jalan-jalan sendirian ke 3 Gili (Gili
Trawangan, Gili Menos, dan Gili Air) di Lombok membuat saya merasa
seolah-olah bukan di negeri sendiri. Betapa tidak, Turis lokal yang saya
temui jumlahnya bisa dihitung dengan jari karena mayoritas turis yang
datang kesini ternyata turis luar negeri. 99% turis yang ke Gili
Trawangan adalah bule. Betapa saya mendadak merasa menjadi minoritos
disini.
Di Gili Trawangan, banyak
banget bertebaran tawaran2 paket diving, paket snorkeling 3 gili, paket
hoping island, glass bottom boat,dll. Banyak penyewaan snorkel gear +
fin juga. Jam telah menunjukkan Pukul 10.00 ketika saya menginjakkan
kaki di GIli Trawangan dan Paket Snorkeling 3 Gili yang ingin saya ikuti
rata2 dimulai pukul 10.30. Mulailah mata saya jelalatan nyari Paket2
Snorkeling yang paling murah. Rata2 Paket Snorkeling 3 Gili seharga Rp.
125.000,00 sudah termasuk snorkel gear seharian mulai dari Jam 10.30
s.d. 15.30. Nah. Berhubung saya membawa peralatan snorkeling sendiri,
dapat diskon dong jadinya “cuma” Rp. 100.000 saja.lumayanlah.hoho! Saran
saya : pas mesen snorkel 3 gili ini, mending bilang mau pake Life Vest
nya sekalian. Soalnya klo gak bilang, gak bakal dibawain. Yang
snorkeling , bule2, rata2 gak ada yang memakai Life Vest. O iya, Jangan
lupa bawa uang juga untuk makan siang di Gili Air.
 |
Snorkeling di Gili Air |
 |
snorkeling |
Ketika
saya mencoba ikutan paket snorkeling ke 3 gili di Gili Trawangan, Gili
Menos, dan Gili Air, ini dari sekitar 20 orang yang ikut snorkeling
dalam satu kapal, ternyata saya sendiri satu2nya turis lokal yang ikut.
Walah!! Semuanya bule. Ternyata memang benar kalau Gili itu lebih
terkenal di luar negeri daripada di Negeri Sendiri. Hik! Nyaris tidak
ada turis lokal yang saya temui.
Titik
awal snorkeling dimulai di Gili Trawangan selama 30 menit, dilanjutkan
30 menit snorkel di Gili Menos, (di sekitaran menos wall yang dalamnya
bisa mendapai puluhan meter) dan yang terakhir 30 menit snorkel di Gili
Air (yang terakhir paling mantap nih.keren banget.hehe!). Di Gili
Trawangan, Titik snorkeling yg bagus ada di depan Coral Beach dan di
depan penangkaran kura-kura. Kalau didepan penangkaran kura-kura, arus
akan membawa kita ke arah pelabuhan public boat, ikuti aja,
pemandangannya oke kok. Tinggal kepinggir kalau kita capek. Beruntung
waktu itu cuaca sangat cerah. Jarak pandang di dalam air sangat dalam
dan jelas. Lautnya pun sangat bersih dan jernih. Keindahan bawah laut 3
Gili saya akui memang sangat luar biasa. Indah banget. Dan baru kali ini
pula saya nemu kura-kura segede bantal berenang di lautan lepas di
sekitaran Gili Menos. Waa!! Keren…Keren……!!
Selesai
Snorkeling di Gili Air, kita akan digiring untuk makan siang di Gili
Air. Cuma ada satu tampat makan disitu. Tips makan di Gili Air,
segeralah memesan makanan, karena yang masak hanya 4 orang sedangkan yg
pesen banyak banget, jadi bakalan lama kalau telat pesen. Pilih2 menu
makanan, akhirnya pilihan saya jatuh pada nasi goreng. Tahu gak kenapa??
Yup. Benar sekali. Karena itu yang paling murah harganya .T.T. “Cuma”
Rp. 25rb kok!! Minum gratis karena saya bawa botol minum
sendiri.hehehe……^_^. Nah, Ceritanya kan saya diajak makan satu meja
bareng 2 turis Inggris dan 2 turis AS. Ternyata mereka lagi honeymoon
loh!!! (penting ya? :P). Ngobrol kesana kemari dengan mereka, ternyata
Gili Trawangan memang sudah menjadi semacam tujuan favorit buat
honeymoon sama bule2 di Luar Negeri. wuih, bangga dong!!
Tiba
kembali di Gili Trawangan, waktu telah menunjukkan pukul 16.00 dan saya
belum mencari penginapan sama sekali. Kalau mau cari
penginapan/homestay yang murah, cari yang agak masuk ke dalam pulau
saja. Dari kantor tiket
public boat, belok kiri sekitar 200 m
trus masuk aja ke dalam gang di samping art market/pangkalan cidomo.
Buanyak banget homestay/penginapan murah meriah di dalam Gili. Rata2
sekitar Rp. 100-150 berdua sih. Setelah jalan ratusan meter ke dalam
dan membandingkan puluhan homestay (halah!), dapat penginapan yang
lumayan murah lah di Lily Homestay namanya, letaknya agak dibelakang
bukit. (sory nomor tlp gak saya catat. Lupa! :p. lagian cari
Go Show juga pasti dapat kok! Nyante aja!!hehe…). Saya kena harga Rp. 90rb/malam dan sudah termasuk
breakfast.
Harusnya kalo berdua jatuhnya lebih murah sih. Tapi sayang saya tidak
menemukan bule yang bisa diajak sharing kamar bareng. Ga pa2 lah.hahaha!
Tes Air Keran, ternyata airnya agak asin.
Whatever lah,
namanya jg penginapan murah.hihi…^_^. Ngobrol2 sama yang punya
penginapan, eh ternyata bulan November-Desember itu termasuk
low season lho! Kalo
high season itu bulan Juni s.d. Agustus. Jadi kalo mau murah meriah ke Gili Trawangan, ya sekarang aja ke Gilinya. Oke…
 |
menunggu sunset |
Menjelang
Sore, Saya mencoba menyusuri sisi timur Gili Trawangan yang ramai
dengan kafe dan bar. Nemu penyewaan sepeda yang lumayan murah meriah
lah. Akhirnya sewa sepeda juga biar bisa muterin gili sampai malam.
Dapat harga bersahabat, dengan uang sebesar Rp. 20rb sudah bisa
bersepeda keliling gili sampai malam, hehe.O iya, rata2 sewa sepeda
disini Rp 10-15rb/jam. Atau Rp. 50rb-70rb/24jam. Pintar2 nawar aja.
Biasanya kalo sama turis lokal bisa dapat lebih murah sih. Tergantung
kelihaian kita menawar juga.hehe! Ada juga pilihan untuk mengelilingi
Gili Trawangan dengan naik cidomo (Rp.100rb-120rb sekali keliling pulau
).
Cukup dengan berbekal sebotol minuman gede yang saya
taruh di keranjang sepeda, muter2lah saya sendirian keliling Gili
Trawangan. Sepanjang pantai timur Gili Trawangan, mulai dari selatan
sampai utara gili, dimana2 banyak banget bule2 yang lagi berjemur,
maupun snorkeling di pinggir pantai. Eh, ternyata Gili Trawangan gak
gede2 amat kok! Muterin seluruh gili dengan naik sepeda gak sampai 1,5
jam lah (tapi setengah jam-nya buat foto2.hehehe…). Menjelang Sunset,
saya mengarahkan sepeda saya ke sisi selatan Gili, yakni ke Sunset Bar
yang merupakan spot terbaik di Gili Trawangan untuk melihat sunset. Tiba
di Sunset Bar, sudah banyak bule2 yang nongkrong2 sambil minum bir .
Nah, daripada cengok kayak orang hilang :p, saya ajak ngobrol2
lah penjaga bar disitu.hehe…! Ternyata eh ternyata, bule2 yang kesini
itu kebanyakan pakai fast boat langsung dari Bali yang cuma 2 jam saja
dari Tanjung Benoa, Bali. Gak pake acara lewat pelabuhan bangsal dulu.
Oh, Pantesan, waktu nyebrang dari Pelabuhan Bangsal ke Gili Trawangan,
Bule yang saya temui dikit banget, tapi begitu sampai Gili Trawangan,
lha kok isinya bule semua.hehe…..
Menjelang malam, Hingar
binger nightlifenya pun mulai kelihatan. Sepanjang pantai timur Gili
Trawangan, isinya party semua. Jeb ajeb…ajeb…^_^. Masih ingat dengan
ajakan temen bule yang snorkeling bareng tadi siang untuk ikutan party
bareng malam ini di Bar xxxxxx (nama disamarkan :P). Ah, tapi nanti saya
malah mengganggu mereka yang lagi honeymoon lagi. (Alasan ding! Padahal
takut gak kuat minum bir aja, takut mabuk dan yang paling penting
bayarnya itu kan pasti mahal bgt.hehehe….:P).
O iya, untuk
pilihan makan malam yang murah meriah, cari aja di art market, dekat
dengan pangkalan cidomo. Siapin aja uang sekitar Rp. 10-20rb/orang.
Banyak makanan lokal murah meriah kok disitu mulai dari sate, soto, nasi
goreng, pecel ayam dan yang paling penting dengan harga yang cukup
bersahabat pastinya. Kalau kehabisan uang, gak usah khawatir soalnya
banyak ATM bertebaran disitu seperti ATM BRI, BII, BNI, dan MANDIRI dan
CommonWealth. Untuk hiburan, di Gili Trawangan kebanyakan bar-bar dengan
party-nya. Kalau mau nonton film juga ada semacam mini studio di
samping Manta Ray Dive.
Sebagai gambaran, ini total pengeluaran saya selama 2 hari 1 malam di Gili Trawangan dihitung dari Kota Mataram:
Angkot Mataram-Pelabuhan Bangsal 10000
Sarapan di Pelabuhan Bangsal 10000
Beli 2 botol air minum besar di Bangsal 6000
Tiket Kapal bangsal-Gili Trawangan 10000
Paket Snorkeling 3 Gili (Trawangan, Menos, Air) 100000
Makan siang di Gili Air 25000
Penginapan + Breakfast 90000
Sepeda 20000
Makan Malam di Gili Trawangan 14000
Makan Siang hari Kedua di Gili Trawangan 12000
Tiket Kapal Gili Trawangan-Bangsal 10000
Angkot Pelabuhan Bangsal-Mataram 10000
Total Rp. 317.000
Gak
mahal2 amat lah. Seharusnya masih bisa lebih murah dari itu sih, tapi
gak pa2 lah. Yang penting enjoy aja.hehe…! Ayo pada wisata ke Gili dong!
Masa Gili lebih terkenal di Luar Negeri daripada di Negeri Sendiri sih.
3 Gili (Trawangan, Menos,, dan Air) di Lombok memang luar biasa,
Sebetulnya lebih cocok buat tujuan honeymoon sih!
Tapi
lumayanlah, meskipun saya jalan2 sendirian minimal bisa mengobati rasa
penasaran saya tentang 3 gili yang katanya sangat tersohor di seluruh
dunia itu dan memberikan pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya
yang membuat saya lebih mencintai Indonesia . Orang Luar Negeri saja
pada berbondong-bondong kesini dan berdecak kagum dengan keindahan
negeri kita ini, mengapa kita yang sebagai warga Indonesia sendiri
justru terkesan kurang begitu peduli? Indonesia itu sangat Indah kawan.
Gili Trawangan, Gili Menos, dan Gili Air, I’ll miss u .^_^
Untuk foto-foto lainnya bisa dilihat disini :
Foto-Foto 3 Gili, Lombok
““Twenty
years from now you will be more disappointed by the things that you
didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail
away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore.
Dream. Discover.” -Mark Twain-