Kamis, 06 Oktober 2016

VANG VIENG, LAOS

Panorama Vang Vieng
Vang Vieng, kota kecil yang terletak di sebelah utara kota Vientiane ini terkenal dengan wisata alamnya. Saya yang memang suka dengan wisata alam memasukkan Vang Vieng ke dalam list yang wajib dikunjungi selama saya eksplore negara Laos. Setelah sehari sebelumnya saya explore kota Vientiane. Dengan memakai minivan dari North Bus Terminal di kota Vientiane, perjalanan ke kota Vang Vieng memakan waktu sekitar 3-4 jam dengan kondisi jalan yang tidak terlalu ramai walau masih ada beberapa bagian jalan yang kondisinya masih rusak padahal jalan utama negara tersebut.

Disebut sebagai kota sebetulnya juga kurang begitu tepat karena Vang Vieng sendiri cukup kecil dan kebanyakan diisi dengan homestay atau hotel-hotel yang bertebaran di pinggir sungai Nam Song, sungai utama yang membelah kota Vang Vieng. Waktu saya sampai di Vang Vieng, hari sudah cukup sore namun karena masih cukup terang dan cuaca sangat cerah, saya pun segera menyewa sepeda di depan hostel tempat saya menginap untuk eksplore Vang Vieng. Sewa sepeda atau sepeda motor merupakan pilihan yang tepat jika ingin eksplore Vang Vieng. Harganya pun murah.

Balon Udara di Vang Vieng
Ada banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan di Vang Vieng seperti zip line, berenang di blue lagoon, kayaking atau rafting di Sungai, Tubing, Caving ke beberapa goa atau bahkan melakukan rock climbing di beberapa bukit karst yang tersebar di banyak tempat di Vang Vieng. Jika ingin melakukan aktivitas seru lainnya yang jarang ada di tempat lain yakni bisa mencoba untuk naik balon udara dan menikmati indahnya panorama Vang Vieng dari ketinggian. Sepertinya butuh waktu minimal seminggu di Vang Vieng jika ingin menikmati dan melakukan semuanya. Saya yang hanya menghabiskan waktu dua hari satu malam di Vang Vieng pun harus memilih dan tidak bisa melakukan semuanya.

Wat Kang
Para penjaja bunga di depan Wat

Wat Kang tampak luar
Dengan mayoritas masyarakat Laos beragama Budha, maka banyak wat yang bertebaran di Laos termasuk di Vang Vieng. Ada setidaknya dua wat utama yang ada di Vang Vieng, yakni Wat Kang dan Wat That. Saya menyempatkan diri mengunjungi Wat Kang yang cukup besar meskipun pada waktu saya kesana sudah cukup sepi. Mungkin karena terlalu sore waktu itu.

Ada salah satu tempat menarik di Vang Vieng untuk dikunjungi yakni Blue Lagoon atau orang lokal menyebutnya Tham Poukham, sekitar 7 km dari pusat kota Vang Vieng. Banyak wisatawan yang berenang di Blue Lagoon atau mencoba sensasi melompat dari atas pohon ke dalam Blue Lagoon. Memang agak jauh namun saya menyewa sepeda motor jadi hanya membutuhkan waktu 15 menit saja kesini. Untuk menuju kawasan Blue Lagoon ini harus melewati jembatan kayu yang membelah sungai Nam Song. Untuk melewati jembatan ini anehnya saya harus bayar. Meskipun menggunakan karcis resmi, namun rasanya aneh saja jembatan yang merupakan fasilitas umum harus bayar untuk melewatinya.

Jembatan Kayu 
Blue Lagoon
Makanan dari Sarang Lebah

Untuk kuliner tidak banyak pilihan yang saya temui. Sejak dari kota Vientiane pun saya agak sedikit kesulitan menemukan makanan otentik khas Laos. Apalagi di kota Vang Vieng yang penuh dengan warga asing sehingga banyak restoran berkonsep western disini. Ada jajanan unik yang saya temui waktu di Vang Vieng. yakni makanan dari sarang lebah yang dibungkus pelepah pisang dan dibakar. Rasanya agak aneh sih. hehe

Selain terkenal dengan wisata alamnya, Vang Vieng juga terkenal oleh wisatawan dengan partynya. Banyak Pub, Bar, atau Club yang bertebaran di pinggiran sungai. Menghabiskan malam di Vang Vieng bisa dilakukan dengan nongkrong-nongkrong di banyak bungalow atau cafe-cafe di pinggir sungai. Malam di Vang Vieng memang sangat meriah.  Banyak bar dengan musik yang memekakkan telinga bahkan di depan persis hostel tempat saya menginap.





Vang Vieng memang cantik alamnya. Saya memang hanya menghabiskan waktu dua hari satu malam di Vang Vieng. Sangat singkat memang namun cukup banyak yang saya lakukan disini. waktu di Vang Vieng seolah berjalan dengan sangat lambat karena semua orang santai. Saya pun harus mengakhiri perjalanan saya di Vang Vieng dan kembali ke kota Vientiane untuk kembali ke Indonesia

Panorama Vang Vieng dan Sungai Nam Song dengan latar belakang pegunungan karst

Kamis, 22 September 2016

VIENTIANE, LAOS

Patuxai, Vientiane, Laos
Laos menjadi negara terakhir dari 10 negara ASEAN yang sudah saya kunjungi. Jujur dari dulu saya memang agak memandang sebelah mata dengan negara Laos, antara minat dan tidak minat mengunjungi negara ini. Saya pikir tidak ada yang menarik di Laos, karena negara ini sendiri seperti terpencil dan diapit oleh negara-negara tetangganya yang jauh lebih terkenal untuk traveling seperti Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Karena rasa penasaran saya, dan berbekal tiket promo dari salah satu maskapai, saya pun menyempatkan diri untuk mengunjungi negara ini.

Vientiane, Ibukota negara Laos, menjadi titik awal saya menginjakkan kaki di Laos. Bandara Internasional Vientiane sendiri menurut saya cukup kecil untuk sebuah bandara Internasional. kota Vientiane juga cukup kecil untuk ukuran sebuah ibukota suatu negara. Jalan-jalan sehari juga saya rasa cukup. Banyak tempat wisata menarik yang saya kunjungi selama di Vientiane meskipun hanya sebentar-sebentar. Setelah menukar beberapa uang di money changer di bandara, saya pun berbegas ke pusat kota dengan menggunakan taxi. Tidak ada airport bus di dalam bandara. jika mau naik bus maka harus jalan ke luar bandara sekitar 1 km pun busnya 1 jam sekali datangnya. 

Indonesia Embassy at Vientiane
Patuxai, menjadi bangunan yang paling mencolok di pusat kota Vientiane. Bangunan yang menjadi icon kota Vientiane ini memang dibuat mirip dengan Arc de Triomphe di Paris, Perancis. Bangunan serupa juga ada di Indonesia, tepatnya di kecamatan Pare, kota Kediri, Jawa Timur. Waktu saya kesini, suasana cukup lenggang dan hanya terlihat segelintir orang saja yang duduk-duduk di taman depan Patuxai. Sebetulnya kita bisa naik ke atas Patuxai, namun entah mengapa waktu saya kesana tutup dan sepertinya tidak ada petugas sama sekali yang bisa ditanyai. Suasana taman di sekitar Patuxai yang tenang memang sangat cocok buat bersantai. Lokasi Patuxai sendiri sangat strategis dan dekat dengan kawasan kedutaan besar dari banyak negara. Yang paling menarik dari Patuxai ini, terdapat gong perdamaian dunia sumbangan dari Pemerintah Indonesia pada tahun 2008 yang lalu. Gong yang melambangkan perdamaian dan bergambar bendera semua negara dan simbol agama yang ada di dunia. 
Gong Perdamaian Dunia
Patuxai di waktu malam hari
Untuk kuliner di Vientiane, tidak banyak pilihan yang tersedia. Saya menemukan makanan mie mirip Pho, mie khas Vietnam. Bagi yang ingin masakan Indonesia, bisa mencoba ke Warung Eko, salah satu restoran yang menyajikan masakan Indonesia. Letak warung makan ini juga sangat strategis yaitu di dekat Kantor Kementerian Luar Negeri Laos dan Kementerian Perdagangan Laos. Pak Supardi, pemilik warung eko dulunya memang berprofesi sebagai juru masak di kedutaan Indonesia di Vientiane kemudian menikah dengan penduduk lokal dan jadilah sekarang Pak Supardi bermukim dan menetap di Vientiane dengan membuka rumah makan khas Indonesia. Nama eko diambil dari nama anak pertama Pak Supardi.

Bagi yang mencari makanan halal ada beberapa restoran vegetarian India dan Nepal di sekitar water fountain, tidak jauh dari kawasan masjid jamik Vientiane, masjid terbesar di Vientiane. Meskipun disebut masjid terbesar, namun ketika saya kesana, masjidnya cukup kecil untuk ukuran masjid jamik. Letaknya memang agak tersembunyi tapi masih di pusat kota jadi gampang untuk dicari. kawasan water fountain ini sendiri juga merupakan tempat nongkrong favorit anak muda di Vientiane pada waktu malam karena ada live music juga.

Warung Eko, Restoran Indonesia di Vientiane
Mie Khas Laos
Masjid Jamik dan kawasan muslim di Vientianie
Water Fountain
Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Budha, banyak sekali wat / temple bertebaran di penjuru negeri termasuk di kota Vientiane ini. Pha Tat Luang merupakan wat terbesar di Laos yang terletak di Vientiane. Selain wat terbesar, di kota Vientiane juga terdapat salah satu Wat tertua di Laos yakni Wat Si Saket. waktu saya ke  Wat Si Saket di sore hari, suasana cukup sepi. Ada beberapa biksu yang sedang bersembahyang. Meskipun wat ini cukup kecil dan terlihat sedikit kusam karena memang telah berusia ratusan tahun, namun wat ini cukup bagus untuk di datangi karena di sepanjang tembok di dalam wat terdapat penjelasan mengenai sejarah budha dan berbagai arca budha.

Wat Sisaket
Di Dalam Wat Sisaket
Kawasan Wat Sisaket
Ada pula wat yang cukup tua juga di tengah kota VIentiane yakni Black Stupa (That Dam). Walaupun hanya mirip bundaran kecil saja dan tampak tidak terawat karena telah lapuk dimakan usia, namun keberadaan Wat That Dam ini cukup mencolok perhatian karena terletak di tengah-tengah jalan. Tidak jauh dari Wat That Dam, terdapat satu-satunya Mall ayng ada di VIentiane, yakni Talat Sao Mall. Meskipun bangunannya cukup besar namun pada waktu saya kesana, suasana mall cukup lenggang. mungkin karena masih weekday.

That Dam
Talat Sao Mall
Salah satu bangunan unik lainnya di kota Vientiane yang sempat saya kunjungi yakni istana Presiden dan gedung Parlemen. Istana presiden terletak persis di seberang Wat Sisaketn sementara itu gedung parlemen terletak di seberang Patuxay. Tidak terlalu jauh jarak antara keduanya. Meskipun saya tidak diperkenankan masuk, saya cukup puas hanya foto-foto di depannya saja. Bangunan keduanya juga cukup kental dengan nuansa arsitektur bangunan khas Laos. 


Istana Presiden

Gedung Parlemen
Menghabiskan malam di Vientiane sebetulnya tidak terlalu sulit walaupun pilihannya cukup terbatas. kita bisa mencoba berbagai restoran yang menyajikan masakan khas laos di sepanjang sungai mekong atau hanya sekedar duduk-duduk di pingiran sungai mekong. Jam 8 malam sudah cukup sepi di kota Vientiane, dan beranjak ke pukul 9 malam, kota Vientiane sudah seperti kota mati. Sepi sekali! 

Selama di kota Vientiane, saya lebih banyak explore dengan jalan kaki karena kebanyakan tempat-tempat menarik yang dikunjungi bisa dijangkau dengan jalan kaki. Jalanan yang tidak terlalu ramai membuat jalan-jalan di Vientiane menjadi sangat menyenangkan. Sesekali saya pun mencoba menggunakan bus kota yang terlihat cukup kuno dan agak jadul walau busnya sendiri ber AC dan cukup nyaman . Untuk pilihan transportasi lain bisa menggunakan Tuktuk, namun sewa tuktuk di Vientiane jauh  lebih mahal dibandingkan dengan sewa tuktuk di Thailand atau Kamboja karena emang ukurannya lebih besar dengan kapasitas sampai 4-5 Orang. 

Saya hanya menghabiskan dua hari satu malam di Vientiane. besoknya saya harus meninggalkan Vientiane dan melanjutkan perjalanan ke kota Vang VIeng, sekitar 3 jam perjalanan dari kota Vientiane dengan menggunakan semacam minivan dari terminal utara (North Bus Terminal)

Kamis, 04 Agustus 2016

VIETNAM TRIP DAY 12 (LAST DAY) - TAM COC, HOA LU, NINH BINH , VIETNAM

Panorama Tam Coc, Ninh Binh, 
Perjalanan ke Tam Coc, saya tempuh selama kurang lebih 3 jam dari kota Hanoi. Tam Coc yang sering disebut sebagai "Halong Bay on the land" ini memang menawarkan bukit-bukit karst yang unik untuk dieksplore. Memang Panorama Tam Coc sangat mirip dengan Halong Bay. Bedanya jika Halong Bay terletak di lautan, maka Tam Coc terletak di darat.

Cerita saya sebelumnya pada waktu eksplore Halong Bay dapat dilihat disini :  Trip Halong Bay

Ada banyak cara untuk eksplore Tam Coc. Tentunya yang paling wajib untuk dilakukan ialah dengan menyewa perahu menyusuri sungai dan Goa-goa di Tam Coc. Ada sedikitnya tiga goa yang bisa dilalui dengan menggunakan perahu. tiga goa tersebut ialah Hang Cả, Hang Hai, and Hang Ba. satu perahu / boat sendiri maksimal bisa dinaiki 3 orang termasuk yang mendayung boat. Hal yang cukup unik pada waktu naik perahu/boat ini ialah pemilik perahu mendayung dengan menggunakan kedua kaki mereka sedangkan tangannya dipakai untuk memegang payung. 

dengan pemilik perahu
Mendayung dengan kaki sementara tangannya memegang payung :)
Kondisi cuaca di Tam Coc pada waktu saya kesana memang sangat terik dan panas. Pantas saja pemilik perahu memilih mendayung dengan kedua kakinya sementara tangannya memegang payung padahal mereka mendayung cukup lama sekitar 2 jam untuk pulang pergi. Di sepanjang perjalanan, kita bisa menikmati landscape Tam Coc dengan bukit-bukit kartsnya yang khas dan sawah yang menghijau di kanan kiri sungai. Kebetulan sekali saya kesana pas weekday sehingga tidak banyak turis yang datang dan cenderung lebih sepi.

Tam Coc
Menyusuri Tam Coc dengan perahu
Menikmati panorama Tam Coc pun bisa dilakukan dengan bersepeda seperti yang saya lakukan begitu selesai berperahu karena ada beberapa tempat yang tidak bisa didatangi dengan perahu. Eksplore Tam Coc dengan bersepeda tentunya ada sensai tersendiri. Saya bisa eksplore kapan saja dan berhenti sepuasnya kapanpun saya mau. Tidak jauh dari Tam Coc, terdapat kota tua Hoa Lu yang menjadi ibukota Vietnam di masa lampau. Selain menikmati pemandangan bukit-bukit karst, ada juga beberapa pagoda seperti Bich Dong Pagoda atau bisa juga ke bekas istana yang bisa didatangi di Kota tua Hoa Lu.
Pelataran pintu masuk pagoda di Hoa Lu
Kerbau khas Tam Coc
Pemandangan bukit karts Tam Coc dari Bich Dong Pagoda
Bersepeda keliling Tam Coc
Memang saya hanya sehari saja eksplore Tam Coc. Perjalanan saya ke Tam Coc ini sekaligus sebagai penutup rangkaian perjalanan saya eksplore Vietnam. Sore harinya juga, saya sudah harus kembali lagi ke kota Hanoi untuk langsung ke airport.

Rabu, 03 Agustus 2016

VIETNAM TRIP DAY 10 & 11 - HALONG BAY, UNESCO WORLD HERRITAGE SITE

Halong Bay
Pilihan saya untuk eksplore Halong Bay selama 2 hari 1 malam dengan menginap di Pulau Catba, Pulau terbesar di gugusan kepulauan Halong Bay, karena rasa penasaran saya terhadap Halong Bay yang sudah sangat terkenal bagi turis Internasional. Sudah banyak sekali tulisan yang mengupas tuntas mengenai keindahan Halong Bay yang merupakan salah satu UNESCO World Herritage Site. Saya sendiri pergi ke Halong Bay dari kota Hanoi selama kurang lebih selama 3-4 Jam berkendara.

Cerita saya sebelumnya pada waktu eksplore kota Hanoi dapat dilihat disini : Trip Hanoi

Bamboo Boat at Halong Bay
Bamboo Boat at Halong Bay
Bersandar di salah satu Pulau
Halong Bay
Menyusuri Halong Bay
Sebetulnya ada beberapa pilihan dalam eksplore Halong Bay. Ada pilihan one day trip, 2 hari, atau 3 hari. Saya sendiri memilih explore Halong Bay selama 2 hari 1 malam dengan semalam menginap di Pulau Cat Ba. Ada pilihan lain untuk explore halong bay selama 2 hari dengan menginap di atas kapal, namun saya memutuskan untuk menginap di pulau saja. Sayang Sekali pada waktu saya kesana, cuaca agak mendung dan jarang sekali saya melihat langit yang cerah selama disana.

Di hari yang pertama, saya bersama rombongan yang lain menyusuri salah satu Goa terbesar di Halong Bay dilanjutkan dengan acara makan siang di atas kapal. Makan siang yang cukup mewah menurut saya. Sore harinya saya berkesempatan untuk kayaking sebelum kemudian dengan speedboat, saya diantar ke Pulau Cat Ba untuk bermalam.

Makan Siang di atas Kapal
Suasana Makan Siang di atas Kapal
Take a Speadboat to  Catba Island
Pulau Cat Ba sendiri cenderumg sepi dan tenang menurut saya. Pusat kotanya sendiri tidak terlalu ramai. Saya memilih untuk menyewa sepeda motor selama saya berada di pulau Cat Ba. Ada salah satu tempat di pulau Catba yang menjadi favorit untuk melihat sunset dari puncak sebuah bukit serta melihat pulau Catba secara keseluruhan dari atas yaitu dari canon-fort. Untuk keliling pulau Catba ada pilihan lain dengan menggunakan minivan yang hanya beroperasi sampai sore hari dari pusat kota ke arah pantai. Malam hari di Pulau Cat Ba, banyak sekali restoran apung di pinggir-pinggir pantai yang sangat unik. 

Public Minivan at Catba Island

Pemandangan Pulau Catba dari puncak Canon Fort
Cat Ba Island
Explore Halong Bay hanya selama 2 hari 1 malam memang sangat singkat. Meskipun jarang sekali saya melihat matahari dan langit yang cerah selama di Halong Bay,  tapi setidaknya cukup mengobati rasa penasaran saya akan halong bay. Saya tidak bisa berlama-lama di Halong Bay dan segera kembali ke kota Hanoi untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Tam Coc, di Provinsi Ninh Binh. 

VIETNAM TRIP DAY 8 & 9 - HANOI

Hanoi City Public Bus
Ibukota Vietnam, Hanoi, di Vietnam Utara menjadi kota tujuan saya berikutnya setelah sebelumnya saya ekspore Da Nang di Vietnam Tengah dalam rangkaian saya explore Vietnam. Sebagai ibukota negara dan pusat pemerintahan, banyak tempat menarik yang bisa dieksplore di kota Hanoi. Banyak pula bangunan bersejarah yang bisa dikunjungi di kota Hanoi. Meskipun kotanya agak sedikit semrawut karena banyaknya sepeda motor yang berlalu lalang di jalan-jalan, namun tetap ada sudut-sudut menarik yang bisa dieksplore di Hanoi. 

Cerita saya sebelumnya pada waktu eksplore kota Da Nang dapat dilihat disini : Trip Danang

Bagi pecinta wisata  kuliner, kota Hanoi merupakan surganya. Di kawasan old quarter tempat saya menginap, di pusat kota Hanoi,  bertebaran banyak aneka jajanan sampai tengah malam bahkan dini hari lengkap dengan bangku kecil di pinggir-pinggir jalan. Yap, cara nongkrong anak muda Vietnam emang unik, dengan duduk di bangku kecil di pinggir jalan. Ada banyak streetfood yang sempat saya coba seperti dry beef salad, minuman dari ketan, jagung goreng, dan lain sebagainya. Rasanya ingin mencicipi semuanya. Tidak melulu menikmati makanan otentik di kawasan old quarter dengan duduk di bangku kecil. Ada juga resto-resto yang menyajikan makanan khas vietnam seperti Pho (Mie khas Vietnam) dan Eggcoffee.

Streetfood di Old Quarter.
Penjaja Makanan di Old Quarter
Dried Meet
Menyusuri kawasan old quarter bisa dilakukan dengan berjalan kaki seperti yang saya lakukan. Kawasan old quarter memang menjadi destinasi favorit turis asing yang baru pertama kali datang ke Hanoi karena semuanya ada disini mulai dari wisata kuliner, wisata budaya, dan penginapan murah meriah yang tersebar di setiap sudut jalan. Hoan Kiem Lake yang terletak di tengah-tengah old quarter menjadi titik sentral para pelancong atau turis yang datang ke Hanoi untuk sekedar santai ataupun melepas lelah. Di sekitaran Hoan Kiem Lake banyak sekali orang yang joging pada sore hari ataupun hanya sekedar duduk-duduk santai di pinggir danau. Meskipun danaunya sendiri tidak terlalu besar dan tidak butuh waktu lama untuk mengitari seluruh danau, namun banyak orang berkerumun di sini pada sore hari. Di tengah danau pun terdapat Ngoc Son Temple yang cantik.

Kawasan Old Quarter yang Padat dan Sempit
Hoan Kiem Lake
Hanoi Catredal
Di sisi utara danau Hoam Kiem, terdapat water puppet atau pertunjukkan wayang air. Water puppet show  ini sangat rekomended untuk disaksikan selama di Hanoi. Ada beberapa jam pertunjukan. Saya kebetulan menonton pertunjukkan yang malam hari. Meskipun hampir secara keseluruhan pertunjukan menggunakan bahasa Vietnam yang pastinya tidak saya mengerti, namun penampilannya cukup kocak dan lucu. Sangat rekomended! Harganya pun tidak terlalu mahal hanya sekitar 100rb saja.
Water Puppet Show
after the show :)

Saya memutuskan menginap di daerah old quarter karena memang segalanya ada disini, dari penginapan murah, beragamnya kuliner sampai menjamurnya para agen travel yang menawarkan paket tour atau tiket. Kawasan yang tidak pernah tidur ini menjadi tempat favorit para turis yang melancong ke kota Hanoi sebelum melanjutkan perjalanan ke kota lainnya di Vietnam. Meskipun banyak sekali tour agent yang menawarkan tiket maupun paket tour dengan harga murah, namun kita harus hati-hati karena banyak sekali scam atau penipuan terhadap turis asing di kawasan old quarter. Jika memesan tour, pastikan segala sesuatunya secara detail. Kawasan yang sangat padat penduduk ini juga terkenal banyak copet dengan lalu lintas yang cukup semrawut.

Selama di kota hanoi, saya sempat menggunakan jasa tour gratis dari hanoifreetourguides.com untuk tour keliling kota Hanoi selama setengah hari secara gratis. Sangat rekomended apalagi jika kita solo backpacking. Di Hanoi banyak sekali organisasi-organisasi non profit yang memiliki misi untuk mengenalkan dan memberikan kesan yang baik atas kota Hanoi kepada para turis asing yang berkunjung ke Hanoi dan dilakukan oleh para mahasiswa yang kebanyakan sedang belajar mengenai bahasa inggris atau belajar tourism. Saya jadi mendapatkan banyak wawasan mengenai kota Hanoi dari sudut pandang orang lokal. Berhubung saya hanya menggunakan jasa tour gratis ini selama setengah hari, saya hanya mengunjungi dua tempat utama yakni Hoa Lo Prison dan temple of literature yang tidak jauh dari kawasan old quarter juga.



Temple of Literature
Hoa Lo Prison
Temple of Literature ini dulunya merupakan kampus pertama di Vietnam. Sangat luas dan memanjang dari selatan ke utara. Sempat digunakan sebagai sekolah pada waktu masa kolonial. Beruntung saya kesini bersama guide dari hanoifreetourguides.com sehingga banyak penjelasan. Pada waktu saya kesini, suasana temple sangat ramai. Ternyata sedang ada beberapa rombongan anak sekolah yang baru saja merayakan kelulusan dan menjadikan tempat ini sebagai tempat foto-foto. Hoa Lo Prison atau yang sering disebut olah penduduk lokal dengan hanoi hilton adalah sebuah penjara yang dibuat pada waktu pemerintahan kolonial Perancis. Tempatnya tidak terlalu besar tapi kita bisa belajar banyak sejarah kelam pada waktu Vietnam di masa perang. Selama di Hanoi, saya juga sempat mengunjungi beberapa Bangunan bersejarah seperti  Ho Chi Minh Mausoleum, One-Pillar Pagoda, dan Presidential Palace. Ada beberapa museum juga yang bisa dikunjungi, sayangnya saya tidak bisa mengunjungi semuanya karena keterbatasan waktu. 
Vietnam Presidential Palace at Hanoi
Ho Chi Minh Mausoleum
Hanoi, dan hampir semua kota-kota utama di Vietnam  selalu memiliki taman-taman cantik di setiap sudut kotanya. Hal inilah yang membuat saya menjadi betah untuk berlama-lama di Vietnam. Pemerintah Vietnam sepertinya paham betul mengenai pentingnya ruang terbuka hijau di tengah-tengah kota. Saya biasa nongkrong atau duduk berlama-lama di taman tanpa melakukan aktivitas apapun, hanya melihat orang-orang lokal sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. 

Taman Kota di Hanoi
Menghabiskan malam di kota Hanoi bisa dengan berburu kuliner atau berburu souvenir di night market. Mencoba kuliner baru di kota Hanoi memang seakan tidak akan pernah habisnya. Saya sempat icip-icip eggcoffee, salajh satu olahan kopi vietnam yang cukup terkenal di kota Hanoi. Ada pulau Banh Mi, semacam sandwich dengan irisan daging dan sayuran di dalamnya. 

Banh Mi

Egg Coffee
Ramainya Night Market
Kota Hanoi memang sangat ramai. Sebagai ibukota negara dan pemerintahan, memang banyak tempat menarik yang bisa dieksplore disini. Kuliner pun sangat beragam. Setelah puas ubek-ubek kota Hanoi, saya pun bersiap-siap melanjutkan perjalanan ke Halong Bay yang terletak sekitar 3 jam berkendara dari Honai. 
Ada kesalahan di dalam gadget ini