Selasa, 20 Mei 2014

TIPS BACKPAKING

TIPS BACKPACKING



  1. Pastikan tempat yang akan kita tuju merupakan tempat yang relatif aman dan tidak berkonflik serta cari informasi sebanyak-banyaknya tentang tempat tujuan wisata kita;
  2. Lakukan perjalanan di malam hari untuk menghemat sewa penginapan dan pada pagi harinya kita bisa berwisata sepuasnya seharian.
  3. Jangan lupa jaga kesopanan, sopan santun, dan ramah supaya penduduk sekitar daerah yang jadi objek tujuan kita juga nyaman dengan kehadiran kita;
  4. Bawa uang secukupnya (jangan berlebihan) dalam bentuk cash untuk berjaga-jaga bilamana tidak menemukan atm pada perjalanan dan tempatkan uang kita pada tempat yang aman dan pada tempat yang terpisah-pisah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti kecurian;
  5. Bawalah peta lokasi yang akan kita kunjungi atau bisa memakai GPS (jika punya).
  6. Bawa perbekalan makanan yang dapat menunda lapar seperti roti atau kokis secukupnya  untuk menghindari kelaparan ketika dalam perjalanan bus/kereta dimana tak ada penjual makanan;
  7. Bawalah obat-obatan untuk berjaga-jaga antara lain : obat anti masuk angin, obat flu, obat pusing, minyak kayu putih, obat keseleo (counterpain), plester, dan obat anti mabok dalam perjalanan juga obat-obatan yang berhubungan dengan saluran pencernaan untuk menghindari seperti keracunan akibat salah makan.
  8. Bawalah pakaian secukupnya dan jangan lupa untuk membawa jaket dan handuk kecil;
  9. Bawalah kantong plastik besar untuk pakaian kotor agar tidak tercampur dengan pakaian bersih dan beberapa kantong plastik kecil untuk berjaga-jaga.
  10. Bawalah benang dan jarum jahit untuk berjaga-jaga bilamana ada baju atau tas kita yang sobek dalam perjalanan dan pastikan bahwa tas yang akan kita gunakan dalam kondisi yang baik.
  11. Jangan lupa membawa perlengkapan mandi secukupnya dan dalam ukuran yang kecil.
  12. Tanyalah harga terlebih dahulu ketika makan untuk menghindari harga yang "ditembak" sang penjual;
  13. Jangan bertanya pada orang yang tidak meyakinkan seperti para calo.  Yang penting rajin bertanya sama orang-orang yang bisa dipercaya seperti petugas resmi terminal/stasiun atau polisi.
  14. Gunakan alas kaki yang nyaman untuk digunakan dalam waktu yang lama seperti sandal gunung atau sepatu.

Tambahan Untuk Anda Yang Ingin Backpacking Ke  Luar Negeri:

1. Berburu Tiket Pesawat Promo

Sekarang ini sudah banyak sekali low cost airlines yang sering menyediakan promo  tiket “sangat murah” ke berbagai tujuan di berbagai negara seperti misalnya Jetstar, Cebupacificair, Tiger Airways, Ryan Air, Airasia dan masih banyak lagi. Sebagai Contoh untuk tiket Jakarta-Singapore tiket paling murah yang pernah saya temui Rp. 20 ribu PP belum termasuk Airport Tax Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 150 ribu ketika ada promo dari maskapai Air Asia. Tentu saja harga tersebut di atas tidak mengikat dan tidak bisa dijadikan referensi. Tapi untuk mengetahui adanya promo harga miring tiket pesawat, daftarkanlah diri anda ke web maskapai yang bersangkutan untuk mendapatkan newsletter lewat email jika ada promo tiket pesawat yang pemberitahuannya biasanya secara tiba-tiba atau mendadak. Atau bisa dengan memfollor akun twitter resmi maskapai bersangkutan karena info dari twitter biasanya lebih cepat karena cara untuk mendapatkan tiket promo ini kita harus “berebut dan cepat-cepatan” dengan jutaan orang di dunia sehingga jika kita telah mengetahui informasi mengenai tiket promo lebih awal akan lebih baik dan kemungkinan untuk mendapatkan tiket pesawat dengan harga promo akan lebih besar.

2. Menumpang Menginap di Warga Lokal Dengan Memanfaatkan Jaringan Couchsurfing Di Seluruh Dunia

Cobalah menjadi anggota Jaringan Silaturahmi couchsurfing yaitu jaringan sesama backpacker/traveller di seluruh dunia di www.couchsurfing.org.  Jaringan Silaturahmi ini dibuat untuk membantu para backpacker di seluruh dunia untuk bisa saling mengenal satu sama lain dimana para anggotanya bisa saling bertukar akomodasi atau informasi. Jadi  jika kita mau backpacking ke Luar Negeri kita bisa dapat guide gratis dari sesama couchsurfer (istilah untuk pengguna couchsurfing), syukur-syukur kita bisa menumpang menginap gratis di sesama anggota couchsurfing sehingga lebih menghemat biaya penginapan. Saat ini couchsurfing merupakan organisasi jaringan silaturahmi sesama traveler/backpacker terbesar di dunia yang jumlah anggotanya sudah lebih dari 553.000 anggota yang tersebar di 226 negara di Dunia.

3. Akomodasi Murah di Hostel

Jika kita mungkin “kurang beruntung” tidak bisa menumpang menginap di sesama backpacker di negara lain karena satu dan lain hal dengan memanfaatkan jaringan couchsurfing, kita masih bisa menghemat biaya penginapan dengan menginap di hostel (pake “s”, bukan hotel lho!) yang tersebar diseluruh penjuru dunia. Sistem penginapan di hostel ini dalam satu ruangan terdapat banyak tempat tidur (bisa 8 tempat tidur tingkat) dimana kita satu ruang bisa tidur bareng backpacker-backpacker lain dari negara lain. Mirip-mirip asrama dengan biaya berkisar Rp. 40.000 – Rp. 100.000 per malam tergantung fasilitas dan lainnya.


“Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines, sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” – Mark Twain

Noor Aufa Shiddiq
www.aufasidix.blogspot.com

Kamis, 06 Februari 2014

EXPLORE BUMI "RAFLESIA", BENGKULU

Pantai Tapak Paderi, Bengkulu
Bengkulu, sedikit sekali terdengar dari hingar bingar dunia pariwisata Indonesia. Pariwisata Bengkulu memang tidak seterkenal Provinsi tetangganya, Sumatera Barat, apalagi jika dibandingkan dengan Bali atau Lombok sebagai magnet pariwisata di Indonesia. Tadinya saya sendiri sempat ragu, apakah niat saya ke Bengkulu ini bakal tetap saya lanjutkan atau tidak. Apalagi saya hanya punya waktu dua hari saja pada waktu weekend di Bengkulu yang berarti waktu saya untuk mengeksplore dan menjelajahi Bengkulu sangatlah singkat. Dan setelah saya  cari tahu informasi tempat wisata di Bumi Raflesia “Bengkulu”, ternyata lumayan banyak juga tempat menarik yang membuat saya penasaran untuk datang ke Bengkulu.

Islamic Center
Rumah Fatmawati Soekarno
Berbekal tiket gratis dari Merp*ti Nusantara Jakarta-Bengkulu PP tanggal 9 - 10 Juni 2012 karena iseng ikutan kuis yang diadakan  Merp*ti Nusantara  di twitter (Benar-benar gratis lho! :D), maka tidak saya sia-siakanlah kesempatan langka ini. Begitu mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno di kota Bengkulu, seperti biasa saya pasti mencari brosur-brosur wisata yang biasanya disediakan di bandara begitu kita sampai di bandara tujuan, namun di Bengkulu saya tidak menemukannya sama sekali. Dan jujur, ini bandara paling kecil yang pernah saya temui untuk kategori bandara di Ibukota Provinsi. Ya tapi gak papa,  jalan-jalan tetap lanjut dong! Hehe… ^_^


Bengkulu Tower
Rumah Soekarno
Kawasan Simpang Lima
Kota Bengkulu ternyata lumayan kecil dan sepi. Jalan-Jalan seharian saja di kota Bengkulu, saya rasa juga sudah cukup untuk mengelilingi kota Bengkulu. Berbekal info yang telah saya dapatkan sebelumnya, saya langsung melanjutkan perjalanan explore Bengkulu ke kawasan simpang lima, di pusat kota Bengkulu. Dari simpang lima ini banyak tempat menarik ynag bisa dijangkau dengan jalan kaki saja. Mampir ke bekas rumah ibu Fatmawati, dan bekas rumah Bung Karno yang masih di kawasan simpang lima juga. Juga ke Masjid Agung atau Islamic Center yang lumayan besar juga ternyata. Tadinya sempat ragu mengenai keberadaan rumah ibu Fatmawati Soekarno, karena rumah ini tergolong kecil dan tidak begitu mencolok dibanding rumah-rumah disebelahnya karena memang seperti rumah biasa pada umumnya, namun di depan  rumah ibu Fatmawati Soekarno ini ternyata terdapat papan nama bahwa ini rumah Fatmawati Soekarno. Meskipun rumahnya tergolong kecil, namun interior di dalamnya masih sangat terjaga dan terawat dengan baik  persis seperti dahulu ketika Ibu Fatmawati tinggal di rumah ini. Beberapa perabotan seperti tempat tidur dengan kelambu masih dipertahankan.

Benteng Marlborough

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, saya mencoba explore kawasan Pantai Panjang yang ramai oleh warga di Hari Minggu. Banyak orang joging atau sekedar duduk-duduk di pinggir pantai. Kenapa pantai ini dinamakan Pantai Panjang, setelah ngobrol-ngobrol sama orang sekitar karena ternyata pantai ini memang sangat panjang membentang sepanjang kurang lebih 7 km di sisi barat kota Bengkulu. Dan karena saya bermotor ria..:D, ternyata ada bagian tertentu pantai panjang yang lumayan sepi dari orang-orang. Meski pantainya sendiri menurut saya tidak beda jauh dengan pantai-pantai lainnya pada umumnya, namun suasana yang hening dan damai membuat pantai ini memliki nilai tambah. Padahal wa ktu itu saya kesana hari minggu.

Rumah Panggung khas Bengkulu
Pantai Panjang
Balai Adat Bengkulu
Tidak jauh dari Pantai Panjang pun, terdapat Benteng Marlborough, Benteng yang konon katanya terbesar di Indonesia. Tidak jauh dari benteng juga terdapat kawasan pecinan, dan pantai wisata Tapak Paderi.  Bengkulu tower yang baru jadi pun tidak jauh dari lokasi ini dan kesemuanya berdekatan. Pantai Tapak Paderi lebih ramai dibandingkan dengan Pantai Panjang, entah mengapa. Apakah karena terdapat lebih banyak warung yang menawarkan jajanan di sekitaran pinggir pantai. Saya kesana masih lumayan pagi waktu itu, namun kata orang sekitar situ, kawasan Pantai Tapak Paderi ini akan lebih ramai pada waktu malam minggu. Ehm, jadi penasaran.

Air Terjun Curup
Hari masih pagi dan sepertinya setiap sudut kota Bengkulu sudah saya jelajahi..:), saya langsung cabut ke kota tetangga yakni ke Kebupaten Kepahliang dan Kabupaten Rejang Lebong, Tujuan utama saya adalah ke kawasan wisata kota Curup yang terkenal dengan mata air panasnya dan air terjunnya. Perjalanan selama 2 jam dari Kota Bengkulu memang lumayan melelahkan tapi semua itu terbayarkan. Hanya saja pastikan jika kita memakai kendaraan pribadi, bensin sudah diisi full dari sejak kita berangkat dari kota Bengkulu karena kita akan sangat kesulitan menemukan pom bensi di sepanjang perjalanan. Kawasan wisata kota Curup di lereng  pegunungan Bukit Barisan Sumatera yang berhawa sejuk memang sangat indah. Sebetulnya saya juga ingin melihat bunga raflesia yang menjadi maskot provinsi bengkulu yang katanya bisa kita temukan di pinggir – pinggir jalan sepanjang perjalanan dari kota Bengkulu ke kota Curup, namun sayang waktu itu saya tidak menemukan bunga raflesia sebiji pun. Yach mungkin karena memang bukan musimnya untuk mekar.

Bengkulu, sedikit sekali yang tahu tentang keindahan provinsi yang satu ini. Memang jika dilihat dari letak geografis, Bengkulu ini sepertinya jauh dari mana-mana. Perjalanan paling dekat sendiri katanya ke kota Jambi selama 8 jam. Namun tidak ada salahnya jika kita singgah sejenak ke kota yang tenang dan sepi ini untuk sekedar menikmati keindahan “Bumi Raflessia,” Bengkulu.