Minggu, 20 Januari 2019

TANJUNG BIRA, SULAWESI SELATAN

Tebing Appalarang, Tanjung Bira

Pantai Tanjung Bira terletak sekitar 3 jam perjalanan darat dari kota Makassar, ibukota provinsi Sulawesi Selatan. Saya menyempatkan untuk mengunjungi tanjung bira di sela-sela kunjungan saya ke kota Makassar. Dengan menggunakan mobil semacam elf dari terminal kota Makassar, perjalanan ke tanjung bira yang terletak di kabupaten Bulukumba menyusuri jalan utama yang terletak di pinggir pantai dan melewati beberapa kabupaten seperti Kabupaten Gowa dan Kabupaten Bantaeng.

Memasuki kawasan pantai pasir putih tanjung bira, hiruk pikuk wisatawan mulai terlihat. Banyak geusthouse yang menawarkan penginapan dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp 100ribu di pingir-pinggir pantai. Banyak juga persewaan sepeda motor di depan geusthouse di sepanjang pantai. Saya sendiri memutuskan untuk menyewa sepeda motor untuk eksplore kawasan tanjung bira ini.

Pantai pasir putih memang menjadi pusat turis di tanjung bira sehingga pantai ini cukup ramai dengan para wisatawan. Jika ingin mencari pantai yang cukup sepi bisa, kita bisa eksplore sendiri dengan menyewa kendaraan, salah satunya ke pantai bara yang terletak sekitar 1km dari pantai pasir putih. Pantai bara ini sangat bagus dengan hamparan pasir putih yang sangat luas. tidak terlalu ramai seperti pantai pasir putih
Pantai Bara

Pantai Pusahelu

Memancing di Pusahelu
Saya juga menyempatan diri ke sentra pembuatan kapal phinisi di Kabupaten Bulukumba ini yang terletak sekitar setengah jam perjalanan dengan sepeda motor dari Pantai Tanjung Bira ke arah utara.  Sangat unik dan kita bisa melihat langsung para pekerja membuat kapal phinisi yang sudah terkenal ke manca negara ini. Harga kapal phinisinya jika sudah jadi lumayan bikin syok karena sangat mahal :)

Pembuatan Kapal Phinisi

Pembuatan Kapal Phinisi
Di kawasan tanjung bira ini sebenarnya banyak sekali pantai-pantai sepi dan bagus untuk dieksplore dan kita bisa menjumpai pantai-pantai sepi ini hanya jika kita memakai kendaraan sendiri karena tidak ada kendaraan umum untuk mencapai pantai-pantai ini.

Hidden Paradise in Tanjung Bira

Sabtu, 19 Januari 2019

PONTIANAK, KOTA KHATULISTIWA

Tugu Khatulistiwa, kota Pontianak
Kota Pontianak, Ibukota Provinsi Kalimantan Barat ini terlatak di 0 derajat lintang sehingga tepat berada di garis khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa yang dibangun di kota Pontianak ini menandakan keberadaan kota ini yang memang tepat di garis khatulistiwa. Saya datang ke kota ini di bulan Februari bertepatan dengan acara Cap Go Meh dan masih dalam suasana imlek sehingga kota ini cukup meriah. 

Di Dalam Tugu Khatulistiwa

Nuansa Imlek di kota Pontianak
Grand Final Pemilihan Meme dan Koko Pontianak
Menikmati malam di kota Pontianak cukup seru dengan banyaknya festival dan pertunjukkan dalam rangka perayaan Cap Go Meh, 15 hari setelah tanggal tahun baru china imlek. Penduduk keturunan tionghoa di kota Pontianak memang cukup besar setelah etnis dayak, dan juga ada beberapa pendatang yang jumlahnya tidak seberapa.

Di salah satu sudut pecinan di kota Pontianak ini, bahkan waktu itu sedang diadakan acara grand final pemilihan koko dan meme kota Pontianak, semacam pemilihan abang none jakarta. Beruntungnya saya dapat ikut menyaksikan acara yang tidak saya rencanakan sebelumnya ini karena ini acara memang di panggung terbuka dan dapat disaksikan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Berburu kuliner di kota Pontianak juga tak kalah seru. Yang paling terkenal tentunya bubur pedas. Sekilas tampilan bubur ini tampak kurang meyakinkan karena berwarna hijau kecoklatan, tapi ternyata sangat enak apalagi dihidangkan pas panas-panasnya. hehe. Kuliner lain yang patut dicoba yakni kwetiau siram khas pontianak, banyak dijumpai di daerah pecinan dan kota lama Pontianak. Tampilan kwetiau daging sapi ini banyak didominasi dengan sayuran hijau. Sangat rekomended! 

Kwetiau Siram khas Pontianak

Bubur Pedas Sambas

Objek  wisata lain yang wajib dikunjungi di kota Pontianak ialah istana kadriah, letaknya tidak jauh dari tugu khatulistiwa, sehingga bisa sekalian mampir ke kompek istana ini ketika mengunjungi tugu khatulistiwa. Suasana istana sendiri ketika saya kesana cukup sepi. Saya penasran dengan interior bagian dalam istana, namun pada waktu saya kesana tidak nampak penjaga yang bertugas sehingga saya cukup menikmati dari luar istana. 

Istana Kadriah, Pontianak

Saya memang hanya semalam saja di kota Pontianak ini, karena tujuan saya memang hanya transit  saja untuk melanjutkan ke kota Singkawang keesokan harinya dengan perjalanan darat sekitar 3-4 jam dari kota Pontianak ini. 

Cerita saya saya selanjutnya di kota Singkawang dapat dilihat disini --> eksplore singkawang