Masjid Agung Banten Lama |
Solo Trip kali ini menjelajahi kawasan kota tua Banten Lama di pesisir Utara kota Serang yang merupakan peninggalan kerajaan Islam Banten selama dua hari pada tanggal 16-17 Oktober 2010 yang lalu. Kawasan arkeologi Banten Lama ini letaknya tidak jauh dari kota Serang, ibukota Provinsi Banten, hanya sekitar setengah jam perjalanan saja. Suasana yang panas dan terik langsung menyambut saya begitu sampai Banten Lama. Banyak Situs-situs peninggalan sejarah yang menarik di bekas kawasan kerajaan Banten ini, diantaranya Masjid Raya Banten, peninggalan Sultan Ageng Tirtayasa yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Untuk masuk kawasan Masjid Agung ini tidak dikenakan biaya sama sekali, hanya biaya parkir kendaraan saja kok..:). Tampak menara masjid Agung berdiri kokoh di depan masjid. Sempat penasaran pingin mencoba naik ke atas menara, namun sayang tidak diperbolehkan. Apalagi suasana saat itu memang sangat ramai. Ehm, yang agak disayangkan dari masjid ini adalah banyaknya sumbangan-sumbangan yang tidak resmi begitu kita masuk masjid yang agak sedikit mengganggu setiap orang yang akan datang.
Bangunan masjidnya sendiri tidak begitu luas menurut saya, namun suasana yang mistis langung kerasa begitu saya menjumpai banyak sekali peziarah yang datang ke masjid ini unutk berziarah ke makam sultan Ageng Tirtayasa yang kebetulan dimakamkan di komplek masjid ini. apalagi waktu saya kesana pas hari libur ditambah pula Masjid ini dikelilingi pasar lokal, jadi sangat ramai.
Kawasan Situs Istana Kaibon, Banten Lama |
Sudah selesai sampai sini? tentu tidak? masih ada situs pemandian putri-putri raja kerajaan Banten yang letaknya masih di sekitaran Kawasan Banten Lama. Sayangnya lokasi bekas putri-putri raja kerajaan Banten ini sudah jurang begitu terawat dengna banyaknya lumut yang tumbuh di bibir kolaml Fiuh..>_<. Masih di sekitaran Banten Lama, kali ini lanjut ke kawasan Vihara Avalokitesvara, tempat para Umat Bbudha bersembahyang. Sayangnya waktu saya kesana, Vihara ini masih dalam proses renovasi, tapi beruntung masih bisa masuk kok, gratis pula! hehe...^_^
Vihara Avalokiteswara |
Bicara tentang kota Serang, Banten, tidak lepas dari wisata kulinernya yang maknyus dong! Ada Nasi Guriih yang dibungkus dengan daun pisang. Semacam nasi bakar dengan bumbu-bumbu yang sudah dicampur di dalamnya. Ada juga Es Kuwut, semacam es buah yang terbuat dari irisan buah melon dengan jeruk nipis. Ehm, agak aneh juga sih ada es buah pakai jeruk nipis, tapi lumayan enak kok. Apalagi diminum pas hari lagi panas-panasnya.Ada juga yang namanya "Rabeg", semacam nasi rawon dengan irisan daging kambing dan jeroan. Enak lah! hehe.....^_^
Nasi Gurih |
Es Kuwut |
Hanya saja, begitu sampai kawasan Banten Lama, memang agak susah untuk menjelajahi dan ekspore kawasan Situs Banten Lama ini hanya dengan mengandalkan Angkutan Umum saja, lebih enak dan leluasa membawa kendaraan sendiri saja. Lebih Puas dan dapat menjangkau ke semua tempat dan situs bersejarah Banten Lama ini. O iya, dan satu lagi, angkutan umum di kota Serang agak sedikit membingungkan bagi saya, dengan warna yang sama dan tidak tertulis jurusan mana di setiap angkot, membuat setiap yang akan naik angkutan umum ini harus menanyakan dahulu ke sopir angkot ke arah mana angkutan tersebut akan membawa kita. haha...^_^
Foto-Foto Lainnya dapat dilihat disini : Foto-Foto Jelajah Banten Lama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar