Senin, 22 Oktober 2018

AMBON MANISE

Jembatan Merah Putih kota Ambon
Sudah lama saya ingin eksplore kota Ambon, akhirnya kesampaian juga saya eksplore kota ambon pada libur natal tahun 2017 kemarin. Karena libur natal yang cukup panjang yakni selama 4 hari maka saya memilih untuk wisata ke kota yang cukup semarak dalam merayakan natal yakni kota Ambon.

Bandara Pattimura kota Ambon terletak cukup jauh dari pusat kota Ambon. Dulu sebelum ada jembatan merah putih yang menghubungkan kecamatan sirimau dan kecamatan teluk ambon, kota ambon, perjalanan dari Bandara Pattimura ke pusat kota Ambon bisa menghabiskan waktu 1 jam s.d. 1,5 jam perjalanan darat karena harus melingkari teluk ambon, Namun sejak adanya Jembatan Merah Putih tersebut, perjalanan dari bandara ke kota ambon pun dapat dipangkas menjadi 30-40 menit saja melintasi jembatan. Lumayan cukup singkat. saya sendiri cukup naik angkot dari depan bandara menuju kota Ambon.

Pemandangan Teluk Ambon
Pelabuhan Yos Sudarso, kota Ambon
Kota Ambon kota yang cukup ramai. Apalagi pada waktu saya kesana tepat dua malam sebelum hari libur Natal. Di setiap penghujung kota Ambon, tampak banyak manusia lalu lalang membeli segala keperluan untuk merayakan Natal. Pelabuhan Yos Sudarso pun tampak cukup sibuk melayani penumpang yang mau mudik ke kampung halaman dan pulau-pulau di sekitar maluku seperti ke Kei dan Saumlaki.

Kebetulan saya sampai kota Ambon sore menjelang malam. Malam harinya banyak pertunjukkan tari-tarian ataupun pentas seni dalam rangkaian acara "chrismas carol Ambon 2017" sebagai bagian dalam rangkaian acara menyambut hari raya Natal di kota Ambon. Beberapa sudut kota sudah dipercantik dan diberi hiasan-hiasan yang unik dan mengundang orang untuk berfoto-foto. Sebut saja di kawasan lapangan merderak ambon, yang merupakan taman kota pusat muda-mudi berkumpul, atau ada hiasan pohon natal raksasa di kawasan pantai amahusu. Betapa perayaan natal di kota Ambon memang sangat meriah.

Lapangan Merdeka kota Ambon
Chrismas Carol Ambon 2017
Pohon Natal Raksasa di Pantai Amahusu Ambon
Saya sebagai seorang muslim, merasakan betapa toleransi dan keberagaman di kota Ambon dapat berjalan beriringan. Suasana begitu damai di kota ini. Disini memang banyak gereja - gereja besar yang sangat meriah menjelang Natal, namun keberadaan masjid besar pun turut andil memberi warna pada kota Ambon. semua bisa hidup berdampingan. Saya menyempatkan diri mampir ke Masjid Raya Al Falah yang terletak di pusat kota dimana pada saat itu masih ada beberapa pekerjaan fisik terkait dengan rencana perluasan areal masjid.

Masjid raya Al Fatah kota Ambon
Keesokan harinya saya memutuskan untuk keluar kota Ambon dan eksplore beberapa pantai yang ada di Pulau Ambon.  Cukup dengan menyewa sepeda motor kepada satpam tempat hotel saya menginap, saya leluasa eksplore Pulau Ambon dengan kendaraan sendiri. Perjalanan saya ke arah utara melintasi jembatan merah putih menuju Pantai Natsepa. Pantai yang cukup ramai dikunjungi wisatawan di kala weekend atau hari libur. Yang paling khas dari pantai ini adalah adanya rujak khas yang dinamai rujak natsepa yang penjualnya berjajar di sepanjang pantai Natsepa.

Pantai Tanjung Latuhalat
Pantai Santai - cocok buat santai :)
Pantai Pintu Kota
Pantai-pantai yang terkenal bagus justru berada di sisi selatan Pulau Ambon, banyak berjejer pantai-pantai yang cukup bagus dan sepi. Terletak di ujung selatan pulau Ambon,terdapat Pantai Tanjung Latuhalat dengan gugusan batu-batuan karang yang berserakan di pinggir pantai, ke arah timur sedikit dari Pantai Tanjung Latuhalat, terdapat Pantai Santai dengan pasir putihnya yang khas. cocok buat santai :). Saya sendiri betah berjam-jam duduk-duduk di pantai Santai ini karena suasana yang sepi.  Tidak jauh dari pantai Santai ke arah timur, ada pantai Pintu Kota, pantai yang cukup terkenal sebagai ikon wisata kota Ambon dan menghiasi beberapa postcard pariwisata ambon. Agak sedikit susah sebetulnya menemukan lokasi pantai Pintu Kota ini, meskipun saya sudah bermodalkan GPS dan google map, namun ternyata letak pantai ini harus jalan kaki ke bawah dulu menuruni tebing dan tidak terlihat dari jalan raya. namun jangan kuatir, akses ke pantai ini juga sudah cukup bagus. 

Kota Ambon memang cukup indah, seperti kata orang-orang yang sering menyebut ambon dengan sebutan Ambon Manise karena banyak hal-hal indah yang ditemui di kota Ambon, kaya akan budaya dan pemandangan alam yang indah. Memang cukup singkat saya keliling kota Ambon. Keesokan harinya saya harus bersiap-siap melanjutkan perjalanan kembali ke Pulau Saparua dengan menggunakan speedboat dari Pelabuhan Tulehu, tempat Kapitan Patimura dilahirkan.

Tunggu cerita saya selanjutnya di Pulau Saparua.......






5 komentar:

  1. Thanks for info https://bit.ly/2NttF6q

    BalasHapus
  2. Ambon sebagai Tanah kelahiranku, belom pernah kuinjaki tanah saparua (move ke jawa) .. mkasih kak udah datng ke Ambon dan mengeksplore tanah kelahiranku

    BalasHapus